Wina, Austria – Persiapan Korea Selatan menuju Piala Dunia FIFA 2026 kian mengkhawatirkan.
Dalam laga uji coba internasional di Stadion Ernst-Happel, Wina, tim asuhan Hong Myung-bo harus menyerah 0-1 dari tuan rumah Austria.
Kekalahan ini memastikan Korea Selatan pulang dari tur Eropa mereka, tanpa mencetak satu gol pun dalam dua pertandingan. Kekalahan tipis ini terasa menyakitkan mengingat Korea Selatan sebenarnya mendominasi peluang.
Taegeuk Warriors melepaskan 11 tembakan, berbanding terbalik dengan Austria yang hanya memiliki satu tembakan tepat sasaran namun berhasil dikonversi menjadi gol.
Dominasi & Kebocoran Konsentrasi
Setelah dihajar Pantai Gading 4-0, Hong Myung-bo merombak skuadnya dengan memasukkan delapan wajah baru di starting XI.
Perubahan ini sempat memberikan angin segar, ketika lini pertahanan yang digalang Kim Min-jae tampil jauh lebih stabil dan tekanan yang diberikan kepada lawan terasa lebih efektif.
- Namun, penguasaan bola dan intensitas serangan yang dibangun sejak awal babak pertama seolah menemui jalan buntu.
- Puncaknya, hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, sebuah kelalaian kecil di kotak penalti dimanfaatkan Xaver Schlager yang memberikan umpan matang kepada Marcel Sabitzer.
- Voli keras sang pemain sayap gagal dibendung Kim Seung-gyu, meninggalkan luka bagi kubu Korea 0-1 hingga laga usai.

Isu terbesar yang kini menghantui publik sepakbola Korea adalah penurunan performa drastis kapten mereka, Son Heung-min.
Pemain berusia 33 tahun ini tampak kehilangan ketajaman klinis, yang biasanya menjadi momok bagi pertahanan lawan.
Beberapa peluang emas, termasuk situasi satu lawan satu dan tendangan bebas di depan gawang, gagal dimaksimalkan oleh pemain yang pernah merengkuh Sepatu Emas Liga Inggris ini.
Kurangnya gol dari permainan terbuka bersama klubnya, Los Angeles FC, tampaknya terbawa hingga ke level tim nasional.
“Terlalu dini untuk membahas kemungkinan Son tidak menjadi starter otomatis di Piala Dunia,” tegas pelatih Hong Myung-bo dalam konferensi pers pasca-laga dikutip dari Korea JoongAng Daily.
Meski begitu, Hong mengakui bahwa sang kapten sedang menghadapi kesulitan dalam memaksimalkan peluang skor, sebuah situasi yang tidak ideal mengingat panggung dunia hanya tinggal dua bulan lagi.
Waktu kian menipis, dan publik kini menanti: apakah sang kapten mampu bangkit tepat waktu, ataukah Hong Myung-bo harus mengambil keputusan berani demi kebaikan tim secara kolektif. (*)
Baca juga :





