Milan, Italia – Dua raksasa sepak bola Italia, Inter Milan dan Juventus, kembali dipertemukan dalam laga Derby d’Italia pada Minggu (15/02/26).
Sesuai ekspektasi, pertemuan legendaris tersebut diwarnai oleh momen menegangkan yang menjaga para penonton di ujung kursi mereka.
Dua kali Inter mengukir keunggulan dalam papan skor. Dan dua kali pasukan Bianconeri menyamakan kedudukan. Ketika kedua tim masih imbang pada masa penutupan laga, banyak yang menganggap bahwa kontes ini akan berakhir dengan hasil seri.
Namun, keberuntungan masih berpihak dengan Nerazzurri. Pada momen kritis, sang tuan rumah menciptakan keajaiban dan menutup derby kali ini dengan hasil dramatis 3-2.
Juventus merupakan pihak pertama yang menemukan ritmenya dalam pertandingan ini. Namun ironisnya, Bianconeri justru menghadiahkan keunggulan pertama kepada tim tuan rumah.
- Dalam upayanya untuk mencegat umpan silang Luis Henrique, bek Juventus, Andrea Cambiasso, justru memandu bola ke dalam gawangnya sendiri. (17’)
Kesalahan tersebut untungnya tidak mematahkan semangat Cambiasso, yang dalam beberapa menit kemudian sukses menebus kesalahannya dan menyamakan kedudukan bagi Bianconeri.
- Kiper Yann Sommer tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi menghentikan tendangan Cambiasso, yang sigap menyambut bola umpan Weston McKennie dengan kaki kirinya. (26’)
Sayangnya bagi Juventus, harapannya untuk membalikkan keadaan skor menerima pukulan keras ketika Pierre Kalulu menerima kartu kuning keduanya pada menit ke-42.
Dengan pasukan Bianconeri yang kini harus memainkan paruh kedua pertandingan dengan 10 pemain, peluang Inter untuk mengembalikan keunggulannya kini meroket.

Inter langsung menguasai tempo permainan ketika kedua kubu kembali memasuki lapangan. Dengan tangan besi, Nerazzurri memegang dominasi di tengah lapangan dan meredupkan segala perlawanan Juventus.
Meskipun demikian, Inter harus menunggu hingga penghujung laga sebelum mereka pada akhirnya kembali menempatkan dirinya di hadapan para tamu.
- Keunggulan Inter dikembalikan oleh Pio Esposito, yang menyelesaikan umpan Federico Dimarco dengan sebuah sundulan penuh presisi. (76’)
Namun, serupa dengan keunggulan sebelumnya, selebrasi Inter tidak bertahan lama. Tidak lama setelah gawangnya digetarkan oleh Esposito, Bianconeri memberikan tanggapannya dan untuk kedua kalinya, kembali menyeimbangkan skor.
- Inter kali ini ditarik oleh Manuel Locatelli, yang menyambar operan McKennie dan sukses menemukan sudut kiri gawang Inter. (83’)
Dengan akhir pertandingan yang kini sudah di depan mata, Inter dan Juventus memiliki waktu singkat untuk merebut penentu kemenangan.
Kedua langsung bergerak demi menyelamatkan dirinya, dan untungnya bagi Inter, mereka menjadi tim beruntung yang sukses menarik dirinya dari ambang hasil seri.
- Seluruh stadion menggema ketika Piotr Zielinski merobek gawang Juventus dengan sebuah tembakan jitu dari luar kotak penalti. (90’)
Dengan gaya dramatis, Inter menekuk salah satu rivalnya dan mengamankan tiga poin krusial yang membantu upayanya untuk mempertahankan takhta Serie A.
Selain meraih kejayaan dalam salah satu derby terbesar dalam dunia sepak bola Italia, pasukan Nerazzurri juga melebarkan jaraknya dengan saingannya di papan klasemen. Kini, Inter memiliki keunggulan delapan poin atas AC Milan, yang masih mengancam dari posisi kedua.
Tentunya, layaknya sebuah derby, emosi berterbangan usai pertandingan. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak menyembunyikan kemurkaannya dengan keputusan sang wasit dan bahkan menolak wawancara dengan media.
Direktur Juventus, Giorgio Chiellini dan Damien Comolli, mengisi tempat Spalletti. Chiellini dan Comolli mengambil kesempatan untuk mengecam para wasit atas keputusan mereka untuk menghukum Pierre Kalulu dengan kartu merah, setelah ia dianggap telah melanggar Alessandro Bastoni.
“Sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima terjadi hari ini, tidak masalah apakah itu terjadi pada kami atau orang lain, dan mulai besok mungkin VAR harus diubah, karena tidak dapat diterima bahwa begitu banyak kesalahan terus terjadi bahkan dalam pertandingan besar seperti ini.” ujar Chiellini kepada Sky Sport Italia.
Disisi lain, pelatih Inter, Cristian Chivu, memberi tanggapan yang lebih netral mengenai insiden tersebut.
“Saya rasa itu sentuhan ringan (dari Kalulu), tapi tetap saja sentuhan. Ketika saya menghadapi situasi serupa di Liga Champions, saya memberi tahu para pemain saya untuk tidak menempatkan diri mereka dalam situasi di mana mereka memaksa wasit untuk membuat keputusan,”
Malam penuh frustrasi bagi Juventus, dan kerja keras yang berakhir manis untuk Inter. Kini, kedua tim tersebut saling mengalihkan perhatiannya menuju Champions League, dimana mereka masih berjuang untuk mengamankan tiketnya menuju babak 16 besar.
Dalam pertandingan mendatang, Inter akan bermain di Norwegia, dimana mereka telah ditunggu oleh Bodo/Glimt. Sementara itu, Juventus harus mengunjungi Turki dan menantang Galatasaray. (VT)
Hasil Lainnya Serie A
- Como 1-2 Fiorentina
- Lazio 0-2 Atalanta
Baca juga :





