Avellaneda, Argentina – Laga leg kedua babak semifinal Copa Libertadores telah dijalankan dan kali ini menyajikan dua hasil yang sangat berbeda.
Di satu sisi, Racing Club dan Flamengo mengakhiri pertemuan mereka dengan hasil 0-0.
Namun, dengan keunggulan agregat 1-0 berkat kemenangan dalam leg sebelumnya, Flamengo berhasil mengamankan tiket mereka menuju babak final.
Sementara itu, di Sao Paulo, Brasil, stadion Allianz Parque menjadi panggung sebuah keajaiban. Awalnya tertinggal 3-0 di agregat, Palmeiras secara mengejutkan mampu menaklukkan LDU Quito dengan skor telak 4-0.
Racing Club 0-0 Flamengo
Di tengah kabut tebal yang melanda Estadio Presidente Peron, Racing Club dan Flamengo langsung menancap gas mereka sejak menit pertama.
Racing sempat memulai laga ini dengan intensitas tinggi, namun Flamengo secara perlahan mengambil alih tempo permainan dan menekan dengan serangan bertahap.
Meskipun demikian, Racing mampu menangani hujan serangan Flamengo dan bahkan mulai menciptakan beberapa peluang balasan dalam penghujung babak pertama.
Akan tetapi, kedudukan tetap imbang 0-0 ketika kedua kubu memasuki jeda turun minum.
- Malapetaka menghantam Flamengo pada menit 56. Dalam sebuah keputusan yang kontroversial, Gonzalo Plate dihukum dengan kartu merah oleh sang wasit.
- Hukuman tersebut dianggap terlalu keras ketika kilasan balik menunjukkan bahwa Plata dan pemain Racing, Marcos Rojo, saling menjatuhkan satu sama lain.
- Kini hanya memiliki 10 pemain di lapangan dan bermain tanpa striker mereka, Flamengo meracik ulang taktiknya dan mulai bermain dengan lebih defensif.
- Racing langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka dengan meluncurkan beberapa serangan mematikan, akan tetapi wakil Argentina tersebut masih memiliki kesulitan untuk menembus tembok baja Flamengo.
Lini belakang Flamengo terus berdiri kokoh dalam menghadapi hujatan serangan Racing, dan ketika peluit akhir ditiup, skor masih tetap menunjukkan 0-0.
Hasil tersebut lebih dari cukup bagi Flamengo, yang unggul 1-0 di agregat, untuk melaju menuju babak final Copa Libertadores.
Berkat semangat dan determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh para pemain mereka, Flamengo akan bermain di ajang final Copa Libertadores kelima dalam seluruh sejarahnya.
Palmeiras 4-0 LDU Quito

Disisi lain, wakil Brasil lainnya dalam kompetisi ini juga mengamankan tiket mereka menuju babak final Copa Libertadores, namun dengan gaya yang cukup berbeda.
Mengawali laga ini dengan ketertinggalan 3-0 di skor agregat, Palmeiras menghadapi sebuah tantangan yang luar biasa. Namun tentunya, pasukan Verdao menanggapi ujian tersebut dengan semangat dan harapan tinggi.
Palmeiras memulai pertemuan ini dengan penuh keganasan dan langsung memberi tekanan berat kepada LDU Quito.
- 20’: Langkah pertama Palmeiras menuju kemenangan ditancap oleh Ramon Sosa, yang menyundul umpan manis Allan Elias menuju dalam gawang tim tamu.
Perjuangan Palmeiras masih cukup jauh, namun tempo serangan Verdao terus meningkat dengan setiap detiknya.
Tanpa ampun Palmeiras menggempur pertahanan LDU Quito dan tepat sebelum akhir babak pertama, Palmeiras berhasil mencetak gol kedua mereka.
- 45+5’: Tendangan bebas Palmeiras, yang sempat ditukar di antara para pemain di depan gawang, akhirnya memantul ke arah Bruno Fuchs, yang menuntaskannya dengan sebuah tendangan sederhana yang menaklukkan kiper Alexander Dominguez.
Dengan selisih agregat antara kedua kubu semakin menipis, Palmeiras melanjutkan upaya keras mereka dalam babak kedua.
Kedua pihak saling bermain di bawah atmosfer tegang, mengingat bahwa kini Palmeiras hanya butuh satu gol untuk menyelamatkan dirinya dan kembali menyeimbangakan agregat.
Dan akhirnya, dalam sebuah momen yang mengguncang seluruh stadion, mimpi buruk LDU Quito terwujud ketika Palmeiras berhasil menciptakan keajaiban dan mencetak gol ketiga mereka.
- 68’: Usai disajikan sebuah umpan matang oleh Vitor Roque, Raphael Veiga dengan mudah mampu memandu bola melewati Dominguez.
Namun tentunya, persaingan ini masih belum selesai. Meski Palmeiras berhasil menyelamatkan diri mereka, namun masih belum menggenggam kemenangan.
Lantas, pasukan Verdao terus menerjang gawang LDU Quito dengan segala kemampuan mereka. Momen emas datang dalam penghujung pertandingan, ketika Palmeiras dihadiahkan penalti berkat pelanggaran Carlos Gruezo terhadap Allan Andrade.
- 82’: Raphael Veiga kembali menjadi pahlawan Palmeiras. Veiga dipercayakan untuk melaksanakan penalti tersebut dan dengan penuh ketenangan, ia berhasil mencetak gol yang menjadi penentu kemenangan Palmeiras.
Yang awalnya dianggap tidak mungkin kini berhasil dilaksanakan dengan gaya luar biasa. Berkat tekad baja mereka, Palmeiras lolos menuju babak final Copa Libertadores dengan agregat 4-3.
Ajang final Copa Libertadores ini lantas akan mempertemukan dua raksasa Brasil, Flamengo dan Palmeiras.
Laga tersebut tentu akan menjadi sebuah pertemuan yang menghibur bagi pecinta sepak bola Amerika Selatan, apalagi mengingat bahwa saat ini, kedua kubu tersebut saling bersaing ketat di puncak Serie A Brasil. (VT)
Baca juga :





