Roma, Italia – Drama enam gol yang menyesakkan dada bagi pendukung tuan rumah AS Roma, terjadi di Stadio Olimpico. Juventus menunjukkan mengapa mereka tidak boleh diremehkan hingga peluit panjang berbunyi.
Sempat tertinggal 3-1, skuad asuhan Luciano Spalletti secara ajaib memaksakan hasil imbang 3-3 melawan Serigala Ibukota pada pekan ke-27 Serie A.
Federico Gatti muncul sebagai pahlawan lewat gol di masa stoppage time yang membungkam seisi stadion. Bagi Roma hasil ini terasa seperti kekalahan, setelah mereka sempat mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan.
Keajaiban Jarak Jauh Wesley
Mattia Perin dipaksa bekerja keras sejak menit awal untuk menahan gempuran Pisilli dan Malen. Juventus punya peluang lewat akselerasi Kenan Yildiz dan sundulan Weston McKennie yang sempat mencium tiang gawang.
Namun, petaka bagi Juve datang di menit ke-39. Wesley melepaskan tendangan spekulasi dari jarak jauh yang meluncur deras ke gawang Perin.
Gol itu menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 untuk Giallorossi, dan membuat suasana Olimpico membara.
Jual Beli & Comeback Mustahil
Babak kedua baru dimulai, Juventus langsung tancap gas. Francisco Conceicao melepaskan tendangan voli kaki kiri yang sangat presisi: skor 1-1.

- Namun, kegembiraan itu singkat. Roma membalas lewat sundulan Evan Ndicka dan sontekan cerdik Donyell Malen yang membuat skor menjauh jadi 3-1. Banyak yang mengira laga sudah usai.
- Namun, Spalletti tidak menyerah. Masuknya Jeremie Boga memberikan warna baru, dan ia berhasil memperkecil skor menjadi 3-2 di menit ke-78.
- Memasuki menit-menit akhir, saat pemain Roma mulai terlihat “statis” dan bertahan terlalu dalam, Juventus terus menggempur.
- Hingga akhirnya, di menit tambahan waktu, Federico Gatti menyambar bola liar hasil situasi bola mati.
Skor 3-3 menjadi penutup laga paling dramatis pekan ini. Usai laga, Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini tampak geram dengan cara timnya membuang poin.
“Kami statis. Kami sudah melihat pola ini berkali-kali musim ini lawan tim besar,” ujarnya kepada DAZN. Roma kehilangan fokus tepat saat kemenangan sudah di depan mata.
Sebaliknya, Manajer Juventus, Luciano Spalletti memuji mentalitas anak asuhnya.
“Para pemain percaya diri dan tidak pernah berhenti berpikir bahwa mereka bisa bangkit. Saya pikir tim saya telah berkembang dalam banyak hal,” ujar Spaletti dikutip dari Situs Resmi Juventus.
Bagi Juventus, hasil imbang ini adalah bukti bahwa pertumbuhan tim berada di jalur yang benar. Mereka tidak hanya bermain dengan taktik, tapi dengan hati. (*)
Baca juga :





