Lancashire, Inggris – Manchester United harus puas berbagi poin dengan Burnley setelah ditahan imbang 2-2 dalam laga lanjutan Liga Inggris di Turf Moor, Kamis (08/01/26) dinihari.
Meski sempat berbalik unggul lewat dua gol Benjamin Sesko, Setan Merah gagal mengamankan poin penuh setelah gol penyama kedudukan dari Jaidon Anthony memaksa laga berakhir imbang.
Pertandingan ini menjadi panggung perdana bagi Darren Fletcher, yang ditunjuk sebagai pelatih sementara MU menyusul kepergian Ruben Amorim pada awal pekan ini.
Walaupun United mendominasi total dengan melepaskan 30 tembakan, faktor keberuntungan seolah menjauh dari mereka, termasuk satu peluang emas pemain muda Shea Lacey yang membentur mistar gawang di menit akhir.
Nasib Sial di Lancashire Timur
Di bawah guyuran udara dingin Lancashire, Manchester United memulai laga dengan semangat baru di bawah arahan Fletcher.
Sang kapten, Bruno Fernandes, kembali memimpin rekan-rekannya setelah pulih dari cedera. Namun, alur pertandingan justru tidak memihak tim tamu di awal laga.
- Pada menit ke-13, sebuah serangan balik Burnley dari sisi kanan pertahanan United berujung petaka. Bashir Humphreys melepaskan umpan silang rendah yang mengenai Ayden Heaven.
- Bola yang berbelok arah tersebut melambung melewati kiper Senne Lammens dan bersarang di pojok gawang. Gol bunuh diri itu membuat United tertinggal 0-1.
Upaya bangkit terus dilakukan oleh United. Dukungan lantang dari fans tandang membakar semangat Benjamin Sesko dan kolega untuk menggempur pertahanan Burnley.

Namun, mantan kiper United, Martin Dubravka, tampil fenomenal di bawah mistar Burnley dengan menggagalkan berbagai peluang bersih dari Matheus Cunha dan sundulan tajam Sesko.
Kebangkitan & Brace Sesko
Memasuki babak kedua, Fletcher tampak memberikan instruksi yang lebih agresif. Hasilnya instan.
- Hanya lima menit setelah jeda, umpan terobosan cerdik dari Bruno Fernandes berhasil membelah pertahanan Burnley dan diselesaikan dengan sempurna oleh Benjamin Sesko. Skor berubah menjadi 1-1.
- Momentum tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh Setan Merah. Pada menit ke-60, Benjamin Sesko kembali mencatatkan namanya di papan skor.
- Memanfaatkan umpan silang akurat dari Patrick Dorgu, striker asal Slovenia itu dengan tenang mengarahkan bola ke gawang untuk membawa United berbalik unggul 2-1.
Sayangnya, keunggulan United tidak bertahan lama. Burnley merespons dengan memasukkan Jaidon Anthony.

Pada menit ke-66, Anthony melakukan aksi individu menawan, melewati kawalan Lisandro Martinez dan Luke Shaw sebelum melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang tak terjangkau Lammens.
Skor 2-2 kembali membuat suasana stadion bergemuruh.
Di sisa waktu pertandingan, United melakukan segalanya untuk mencari gol kemenangan. Fletcher memasukkan darah muda, Shea Lacey, yang hampir menjadi pahlawan di penampilan senior keduanya.
Tendangan melengkung Lacey dari jarak 20 meter sudah melewati jangkauan Dubravka, namun bola membentur mistar gawang dengan sangat keras. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap sama kuat.
Usai laga, Pelatih Burnley, Scott Parker berbicara kepada media dan merasa puas dengan performa serta reaksi yang ditunjukkan tim.
“Kami semua menuntut adanya reaksi (perubahan), dan kami mendapatkannya lewat dua hal. Pertama, lewat performa kami secara umum, dan yang kedua, cara kami bangkit setelah tertinggal 2-1, satu poin yang berharga bagi kami. Semangat pantang menyerah itulah kunci kami yang benar-benar berjuang sampai batas maksimal,” ujar Parker dikutip dari Situs Resmi Burnley.
Sementara hasil imbang ini memberikan perasaan campur aduk bagi Darren Fletcher, Pelatih Sementara MU. Di satu sisi, ia berhasil membangkitkan gairah menyerang tim.
Namun di sisi lain, rapuhnya pertahanan dan buruknya penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang besar.
Kembalinya pemain kunci seperti Mainoo dan Mount, diharapkan mampu memberikan stabilitas di laga-laga berikutnya. Bagi United, satu poin ini terasa seperti kekalahan mengingat statistik dominan yang mereka tunjukkan.
Kini fokus beralih pada bagaimana manajemen akan menunjuk manajer tetap, atau memberikan kepercayaan lebih lama kepada Fletcher untuk menavigasi sisa musim yang semakin krusial. (*)
Baca juga :





