Investasi Jakarta Melesat, Tembus Rp 241 Triliun!

Reformasi DKI: Peringkat 1 PMDN, Naik 45% Setahun

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), menggelar Jakarta Investment Award (JIA) 2025.

Mengusung tema “Menguatkan Daya Saing Global Jakarta melalui Investasi Berkualitas,” kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi bagi pelaku usaha yang telah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan perbaikan iklim investasi ibukota.

Acara yang diselenggarakan di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (10/11/25), menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif, transparan, dan berintegritas.

Investasi DKI Melesat

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu menyoroti peran sentral investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, kontribusi investasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 26-30 persen. Jakarta menunjukkan kinerja yang sangat impresif.

Todotua mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Jakarta sepanjang Tahun 2024 mengalami pertumbuhan pesat, mencapai Rp241,9 triliun atau naik sekitar 45% secara tahunan (year on year).

Wamen Investasi & Hilirisasi/Waka BKPM, Todotua Pasaribu

“Investasi adalah salah satu faktor yang sangat signifikan dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi, karena di situ, ada angka sekitar 26-30 persen datangnya dari kontribusi realisasi investasi,” ungkap Wakil Menteri Todotua saat memberikan sambutan dalam acara JIA 2025.

Bahkan, hingga September 2025, realisasi investasi Jakarta sudah menyentuh Rp204,2 triliun.

Angka ini menempatkan Jakarta sebagai Provinsi dengan kontribusi Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tertinggi secara nasional.

“DKI Jakarta saat ini, peringkat pertama tujuan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yakni Rp.131,2 triliun atau angkanya sekitar 16,6% dari nasional,” papar Wakil Menteri Todotua.

Ia berharap Jakarta dapat menjadi role model yang baik bagi iklim investasi di Indonesia dan menjadi penyokong ambisi Jakarta menduduki peringkat ke-58 sebagai kota paling berpengaruh di dunia pada tahun 2029.

Perizinan KLB Selesai 15 Hari

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa penyelenggaraan JIA 2025 memiliki makna penting, dalam membangun kepercayaan publik dan dunia usaha terhadap Pemprov DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

“Bagi saya pribadi, award ini sebagai apresiasi kepada pelaku usaha, tetapi yang paling utama adalah bagaimana iklim investasi di Jakarta itu betul-betul sudah ramah kepada pengusaha, memberikan kemudahan kepada pengusaha,” kata Gubernur Pramono.

Sebagai bukti konkret reformasi pelayanan, Gubernur Pramono mencontohkan percepatan pengurusan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

Proses yang sebelumnya memakan waktu hingga bertahun-tahun, kini dijanjikan selesai hanya dalam 15 hari melalui prosedur yang transparan dan terbuka.

“Dulu ada yang selesai 12 tahun, 8 tahun, 4 tahun, 6 tahun, sekarang saya jamin 15 hari selesai. Untuk mengubah itu tidak gampang, yang paling penting adalah tekad dari pemimpinnya, sebab banyak daerah abu-abu yang harus dirubah menjadi daerah hitam dan putih,” ungkap Gubernur Pramono.

Gubernur juga menyampaikan bahwa transformasi Jakarta sebagai kota global terus menunjukkan kemajuan, di mana Jakarta kini menempati peringkat ke-18 dunia untuk indeks kebahagiaan warga perkotaan, dan peringkat ke-17 untuk infrastruktur publik.

Dalam Global Cities Index 2025 yang dirilis oleh Kearney, peringkat Jakarta naik dari 74 menjadi 71, dari 158 kota.

‘Trust’ Adalah Modal Berharga

Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani menyambut baik perbaikan iklim investasi di Jakarta.

Ia menekankan bahwa kepastian berusaha dan kemudahan perizinan yang efektif, adalah kunci utama bagi dunia usaha.

“sekarang kita dari pengusaha menjadi lebih confidence, bahwa memang iklim usaha di Indonesia khususnya di Jakarta ini menjadi lebih baik dan juga kita bisa merasakan sendiri,” jelas Shinta.

Ketum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani

Menurut Shinta, penghargaan yang diberikan dalam JIA 2025 bukan sekadar apresiasi, melainkan sebuah kepercayaan (trust).

“Trust adalah modal paling berharga dalam ekosistem investasi. Tak tercatat di neraca, tetapi menjadi nilai yang menggerakkan roda ekonomi, menyalakan kemitraan, dan menumbuhkan keyakinan di tengah ketidakpastian,” ujar Shinta.

Presiden Direktur Kearney Indonesia, Shirley Dhewayani Santoso turut mengapresiasi kenaikan peringkat Jakarta di Global Cities Index 2025, terutama penguatan pada aspek human capital dengan hadirnya institusi pendidikan global di Jakarta.

Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto menyampaikan bahwa JIA 2025 diberikan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu Realisasi Investasi, Kepatuhan Perizinan, dan Sustainable & Inclusive Investment.

Sebanyak 50 penghargaan dibagi dalam 4 kategori berbeda kepada para pelaku usaha.(NR)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *