Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuktikan posisinya sebagai lokomotif ekonomi dan magnet utama investasi nasional.
Hingga kuartal III tahun 2025, realisasi investasi di Jakarta telah mencapai Rp 204,2 Triliun.
Angka fantastis ini, yang mencakup Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Capaian Investasi Jakarta Jan-Sep 2025:
- Total Realisasi: Rp204,2 Triliun.
- Kontribusi PMDN: Rp 131,2 Triliun (Tertinggi Nasional, 16,6% dari total Indonesia).
- Kontribusi PMA: Rp 73,0 Triliun.
- Capaian Target: Telah memenuhi 80,06% dari target BKPM RI (Rp 255 T).
Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto mengungkapkan capaian ini telah memenuhi 80,06% dari target tahunan yang ditetapkan BKPM RI sebesar Rp 255 Triliun.
Tren positif ini didorong oleh sektor Transportasi, Gudang, Telekomunikasi, Jasa Lainnya, serta Perdagangan dan Reparasi, sekaligus menegaskan daya tarik ekonomi Jakarta yang melampaui batas regional.
Kenaikan signifikan ini bukanlah kebetulan semata. Herizkianto menjelaskan dalam forum Temu Media: Jakarta Bicara Investasi, bahwa dalam lima tahun terakhir realisasi investasi Jakarta secara rata-rata telah meningkat sebesar 27,2% setiap tahunnya.
Proyeksi menunjukkan angka ini akan terus bertambah hingga akhir tahun 2025.
Peningkatan tajam investasi domestik (PMDN) menunjukkan kepercayaan tinggi pelaku usaha nasional terhadap prospek jangka panjang ekonomi Jakarta di tengah transisinya sebagai pusat bisnis global.
6 Sektor Unggulan & Peta Potensi
Untuk memastikan pertumbuhan investasi tetap terarah dan berkualitas, DPMPTSP kini menyusun Peta Potensi Investasi Jakarta.
Dokumen ini menjadi panduan penting dalam perencanaan pembangunan, yang berbasis keunggulan dan peluang setiap kawasan.

Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan enam sektor utama sebagai fokus pengembangan:
- Kesehatan: Pengembangan rumah sakit internasional dan layanan telemedicine.
- Real Estate: Kawasan mixed-use dan Transit Oriented Development (TOD).
- Pertanian dan Perikanan: Budidaya laut berkelanjutan.
- Transportasi dan Pergudangan: Logistik modern dan digital.
- Informasi dan Komunikasi: Pusat data center serta layanan AI dan keamanan siber.
- Akomodasi dan Makan Minum: Destinasi ekowisata dan MICE terpadu.
Herizkianto menegaskan bahwa strategi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif dan berkelanjutan, memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Komitmen Layanan Investasi Cerdas
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dunia usaha, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar Jakarta Investment Award (JIA) 2025 pada 10 November mendatang.
Acara bertema “Menguatkan Daya Saing Global Jakarta melalui Investasi Berkualitas” ini, bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mempermudah investor melalui inisiatif Gerbang Investasi Terintegrasi, yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2026.
Sistem ini akan didukung oleh 49 service point di seluruh wilayah kota, menjamin konsultasi, pengajuan izin, dan pemantauan investasi berlangsung lebih: Cepat, Sederhana, dan Cerdas (Faster, Simpler, Smarter).
“Melalui pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, bisnis, akademisi, masyarakat, dan media, kami membangun fondasi kokoh. Jakarta optimis dapat terus meningkatkan daya saing globalnya. Ini adalah janji kami untuk memfasilitasi setiap kegiatan investasi sebagai pijakan, untuk mencapai visi besar Jakarta sebagai TOP 50 Global City pada tahun 2030 dan Top 20 Global City pada tahun 2045,” tutup Herizkianto.
Penegasan ini bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari data investasi yang terus melesat, membuktikan bahwa Jakarta, dengan infrastruktur dan komitmennya, siap menjadi pusat aktivitas ekonomi berkelas dunia di masa depan. (GR)





