Praha, Rep. Ceko – Republik Ceko berhasil mengamankan tiket ke final play-off Piala Dunia 2026, setelah menumbangkan Republik Irlandia melalui drama adu penalti yang berakhir 4-3 (2-2), Jumat (27/03/26) dinihari.
Bertanding di Sinobo Stadium yang penuh sesak, Ceko sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu sebelum bangkit secara heroik menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di waktu normal, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan hingga babak “lotre” penalti yang memilukan bagi tim tamu.
Kemenangan dramatis ini mengantarkan skuat asuhan Ivan Hasek ke partai puncak kualifikasi melawan Denmark pada Selasa mendatang.
Sebaliknya, kekalahan ini memperpanjang luka Republik Irlandia yang harus kembali mengubur mimpi tampil di putaran final Piala Dunia, sejak terakhir kali merasakannya pada 2002 silam.
Mimpi Buruk di Awal Laga
Laga dimulai dengan intensitas tinggi yang mengejutkan publik Praha. Republik Irlandia, yang datang sebagai tim tamu, justru tampil meledak di sepuluh menit pertama.
- Nathan Collins sempat menggetarkan mistar gawang, sebelum akhirnya dijatuhkan Vladimir Darida di kotak terlarang yang dikonfirmasi melalui tinjauan VAR.
- Troy Parrott, penembak jitu andalan Irlandia, mengeksekusi penalti dengan dingin untuk membawa keunggulan pada menit ke-19.
- Petaka bagi Ceko memuncak empat menit kemudian, saat antisipasi sepak pojok yang buruk memaksa kiper Matej Kovar melakukan gol bunuh diri.
Skor 2-0 untuk Irlandia membuat pendukung tuan rumah terdiam lesu. Namun Ceko tidak menyerah begitu saja.
- Patrik Schick memperkecil kedudukan melalui titik putih pada menit ke-27, setelah pelanggaran ceroboh Ryan Manning.
- Di babak kedua, Irlandia sebenarnya tampil disiplin dan hampir mengunci kemenangan jika sepakan Jayson Molumby tidak membentur tiang gawang.
- Namun, drama sepakbola selalu punya kejutan di menit akhir. Empat menit sebelum waktu normal usai, kapten Ladislav Krejci menunjukkan kepemimpinannya dengan menyundul bola masuk ke gawang Caoimhin Kelleher melalui skema bola mati.

Skor imbang 2-2 memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu yang diwarnai insiden cederanya Sammie Szmodics, dan harus diakhiri dengan babak tos-tosan.
Memasuki babak adu penalti, kiper Matej Kovar menjadi sorotan utama. Setelah melakukan kesalahan fatal di babak pertama, ia menunjukkan mental baja dengan mementahkan eksekusi Finn Azaz dan Alan Browne.
Jan Kliment akhirnya maju sebagai penendang terakhir dan melepaskan tembakan spektakuler yang memastikan kemenangan Ceko 4-3.
Manajer Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Meski bangga dengan pertumbuhan mental anak asuhnya, ia mengakui bahwa tersingkir dengan cara seperti ini sangatlah menyakitkan.
“Satu kata: sakit. Saya merasa bangga sekaligus hancur. Kami sempat unggul dua gol dan hanya berjarak empat menit dari final, tapi sepak bola memberikan pelajaran pahit malam ini,” ujar Hallgrimsson pasca-laga dikutip dari Sky Sports.
Ia menambahkan bahwa skuat Irlandia telah menunjukkan karakter luar biasa dalam beberapa laga terakhir melawan tim besar, dan ia tetap optimis terhadap masa depan tim meskipun mimpi Piala Dunia mereka kembali tertunda.
Republik Ceko kini berdiri di ambang sejarah. Dengan semangat pantang menyerah yang mereka tunjukkan di Praha, mereka telah membuktikan diri layak bersaing di level tertinggi.
Sementara bagi Irlandia, kepedihan di Fortuna Arena akan menjadi motivasi panjang untuk bangkit kembali. (*)





