Paris, Prancis – Di atas panggung Eropa, dua kisah yang sangat berbeda akan bertemu. Di satu sisi, ada raksasa ambisius yang baru saja merasakan pahitnya kekalahan.
Di sisi lain, ada tim yang baru saja mengakhiri puasa gelar panjang, namun kini dihadapkan pada perombakan besar-besaran.
Pertarungan antara Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur di Piala Super UEFA bukan hanya sekadar perebutan trofi, melainkan juga pertaruhan harga diri, harapan, dan sebuah babak baru bagi kedua tim.
Paris Saint-Germain, sang jawara Champions League musim 2024/25, datang ke ajang ini dengan luka yang masih basah.
Impian mereka untuk meraih sextuple (enam gelar dalam satu musim) harus pupus setelah dikalahkan Chelsea di Piala Dunia Antar Klub 2025.
Kekalahan itu menjadi pukulan telak, namun Piala Super UEFA bisa menjadi obat penawar yang sempurna untuk mengembalikan mental juara mereka.
Sementara itu, Tottenham Hotspur menjalani musim yang penuh paradoks. Meskipun berhasil menjuarai Europa League, yang mengakhiri penantian 17 tahun untuk sebuah trofi, performa mereka di Liga Inggris sangat mengecewakan.
Spurs hanya finis di posisi ke-17, tepat di atas zona degradasi. Namun, kemenangan di Eropa itu membawa mereka kembali ke panggung Champions League dan memberikan secercah harapan di tengah badai.
Inilah yang membuat pertandingan ini sangat menarik: pertarungan antara tim bertabur bintang yang butuh penebusan, melawan tim yang sedang mencari identitas baru setelah merayakan kesuksesan yang tak terduga.
Perubahan Besar di Kedua Tim
Paris Saint-Germain – Di bawah asuhan Pelatih Luis Enrique, PSG mengalami beberapa perubahan signifikan, terutama di posisi kiper.
- Gianluigi Donnarumma, kiper utama yang santer dikabarkan ingin pindah ke Manchester City, dicoret dari skuad. Posisinya kemungkinan akan diisi oleh kiper baru, Lucas Chevalier, yang didatangkan dari Lille.
- Joao Neves tidak bisa bermain karena kartu merah di final Piala Dunia Antar Klub, namun Willian Pacho dan Lucas Hernandez yang absen di laga tersebut kini siap tampil.
- Lini serang PSG tetap menakutkan dengan kehadiran Achraf Hakimi, Desire Doue, Vitinha, Khvicha Kvaratskhelia, dan Ousmane Dembele.
Tottenham Hotspur – Spurs menghadapi tantangan lebih berat. Kemenangan Europa League ternyata tidak cukup menyelamatkan Pelatih Ange Postecoglou, yang dipecat. Posisinya digantikan oleh mantan pelatih Brentford, Thomas Frank.
- Spurs juga kehilangan bintang utama mereka, Heung-Min Son, yang hijrah ke Los Angeles FC.
- Cedera menjadi pukulan lain. James Maddison tidak bisa bermain setelah mengalami cedera ACL.
- Pemain baru seperti Mohammed Kudus dan pemain pinjaman dari Bayern Munich, Joao Palhinha, diharapkan bisa menambal lubang di lini tengah.
- Richarlison kemungkinan besar akan menjadi tumpuan di lini serang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Son.
Head-to-Head Paris Saint-Germain vs Tottenham Hotspur hanya terjadi satu kali, dimana PSG kalah 2-4 dari Tottenham Hotspur pada tahun 2017 di laga persahabatan.
Dengan segala drama dan perubahan yang menyelimuti kedua tim, Piala Super UEFA 2025 menjanjikan pertandingan yang sengit.
Pertandingan ini akan menjadi ujian pertama bagi Thomas Frank sebagai pelatih Spurs dan kesempatan bagi PSG untuk kembali menunjukkan dominasi mereka. (VT)
Jadwal Pertandingan: PSG vs Tottenham Hotspur : Kamis, 14 Agustus, 02:00 WIB, Stadio Friuli, Udine, Italia
Baca juga :
- PSG Rogoh Kocek Rp1,1 Triliun Untuk Bek Tangguh Bournemouth, Illia Zabarnyi!
- Mimpi Sextuple PSG Kandas! Chelsea Pesta Gol di Final, Angkat Trofi Juara!
- Misi Trofi di Amerika: Heung-Min Son Tinggalkan Spurs, Siap Taklukkan LAFC!
- Reuni Pahit: Harry Kane Hajar Mantan Klub, Bayern Munich Bungkam Tottenham 4-0!
- Tottenham Hotspur Juara Europa League!





