Edmonton, Kanada – Proyek percontohan yang tadinya dianggap terlalu invasif, kini resmi dirilis di Kanada.
Kamera yang di letakan di tubuh polisi dan dilengkapi kecerdasan buatan (AI), dilatih untuk mendeteksi wajah sekitar 7.000 orang yang masuk dalam daftar pengawasan “resiko tinggi” di kota Edmonton.
Uji coba Yang dilakukan oleh polisi militer Kanada ini menjadi tolok ukur penting, apakah teknologi pengenalan wajah dapat diterapkan secara luas dalam penegakan hukum di Amerika Utara.
Namun uji coba yang diluncurkan pada Minggu (07/12/25) menimbulkan kekhawatiran yang meluas, bahkan di luar Edmonton, kota berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa.
Dilansir dari The Associated Press, bahwa enam tahun lalu, Axon Enterprise Inc, produsen kamera tubuh terkemuka, sempat menangguhkan penggunaan pengenalan wajah oleh polisi karena masalah etika yang serius.
- Daftar Target: Program ini menyasar 6.341 orang dengan kategori “bendera atau peringatan” seperti “kekerasan atau penyerangan; bersenjata dan berbahaya; resiko melarikan diri; dan pelaku resiko tinggi.”
- Kasus Serius: Sebanyak 724 orang tambahan dalam daftar terpisah yang memiliki setidaknya satu surat perintah kriminal serius.
“Kami benar-benar ingin memastikan bahwa ini ditargetkan pada orang-orang dengan pelanggaran serius,” jelas Ann-Li Cooke, Direktur AI yang bertanggung jawab atas Axon kepada AP News.
Seorang mantan ketua dewan etika AI Axon, Barry Friedman menyuarakan keprihatinan bahwa perusahaan yang berbasis di Arizona itu melanjutkan langkah ini tanpa adanya perdebatan publik, pengujian, dan pemeriksaan ahli yang memadai mengenai resiko sosial dan implikasi privasi.
“Sangat penting untuk tidak menggunakan teknologi ini, yang memiliki biaya dan resiko sangat nyata, kecuali ada indikasi yang jelas mengenai manfaatnya,” ujar Friedman, yang kini menjadi profesor hukum di New York University.

Uji Lapangan di Luar AS
Pendiri dan CEO Axon, Rick Smith menegaskan bahwa pilot Edmonton bukanlah peluncuran produk, melainkan “penelitian lapangan tahap awal” untuk menilai kinerja teknologi dan mengungkap perlindungan yang dibutuhkan untuk penggunaannya yang bertanggung jawab.
Jika proyek percontohan ini berhasil, dampaknya terhadap kepolisian di seluruh dunia bisa sangat besar. Axon adalah pemasok dominan kamera tubuh di AS, dan semakin gencar memasarkannya di Kanada dan negara lain.
Rival terdekatnya, Motorola Solutions menyatakan telah memiliki kemampuan integrasi pengenalan wajah, tetapi memilih “menahan diri secara sengaja” untuk tidak menerapkannya demi identifikasi proaktif berdasarkan prinsip etika mereka.
Di sisi lain, Uni Eropa telah melarang pemindaian wajah publik real-time oleh polisi, kecuali untuk kejahatan serius seperti penculikan atau terorisme.
Namun, Inggris telah menguji coba dan menggunakannya untuk melakukan 1.300 penangkapan dalam dua tahun terakhir.
Kepolisian Edmonton (EPS) mengatakan bahwa sekitar 50 petugas yang terlibat dalam uji coba ini, tidak akan tahu secara langsung jika perangkat lunak pengenalan wajah menemukan kecocokan.
Output kamera hanya akan dianalisis kemudian di kantor polisi. (YA)





