Laga Terakhir Heung-Min Son: Penuh Air Mata Suporter & Pagar Penghormatan Pemain!

Tragedi di Laga Perpisahan Son: James Maddison Cedera, Pukulan Telak bagi Spurs, Laga Spurs dan Newcastle Imbang

Seoul, Korsel –Di hadapan ribuan penggemar yang mengelu-elukannya, seorang legenda mengucapkan selamat tinggal.

Pertandingan itu berakhir imbang, namun momen yang paling dikenang bukanlah skor, melainkan air mata dan tepuk tangan meriah yang mengiringi langkah terakhir sang kapten di lapangan yang telah menjadi rumahnya selama satu dekade.

Pertandingan pramusim antara Tottenham Hotspur dan Newcastle United pada Minggu (03/08/25) di Seoul, Korea Selatan, bukanlah laga biasa. Ini adalah momen emosional yang menandai akhir dari sebuah era.

Laga yang berakhir dengan skor imbang 1-1 ini menjadi panggung perpisahan bagi Kapten Spurs, Heung-Min Son, yang telah mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan klub.

Son, yang pada jumpa pers sehari sebelumnya mengumumkan niatnya untuk berpisah, memimpin rekan-rekannya di lapangan untuk terakhir kalinya di hadapan para pendukungnya di tanah air Korea Selatan.

Spurs sempat unggul cepat di menit ke-4 berkat gol Brennan Johnson. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama.

Newcastle United, yang terus memberikan perlawanan sengit, berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Harvey Barnes di menit ke-38. Kedua tim saling jual beli serangan, namun skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Puncak dari momen emosional itu terjadi di menit ke-64. Saat Son digantikan oleh Mohammed Kudus, seluruh stadion bergemuruh.

Foto: Dok. Tottenham Hotspur

Tepuk tangan riuh mengiringi langkahnya keluar lapangan. Para pemain dari kedua tim, baik Spurs maupun Newcastle, membentuk pagar kehormatan, memberikan penghormatan terakhir kepada pemain yang telah mengukir namanya di sejarah Premier League.

Sayangnya, pertandingan ini juga diwarnai kabar buruk. Menjelang akhir laga, James Maddison harus ditandu keluar lapangan karena mengalami cedera di menit ke-86, sebuah pukulan telak bagi Spurs mengingat perannya yang vital di lini tengah.

Air Mata Son & Penghormatan Kedua Tim

Son tidak menyangka perpisahan ini akan begitu sulit baginya. Dikutip dari BBC, ia mengungkapkan perasaannya.

Foto: Tottenham Hotspur

“Awalnya saya tidak menyangka akan menangis. Tetapi setelah mendengar beberapa patah kata dari rekan satu tim saya, meninggalkan klub yang telah menghabiskan banyak waktu bersama saya terasa sangat sulit. Saya merasa sangat, sangat senang memainkan pertandingan ini. Terima kasih kepada para penggemar, rekan satu tim, dan juga lawan-lawan saya, saya mengalami hari yang tak terlupakan. Karier saya belum berakhir, dan saya ingin terus memberikan kebahagiaan bagi para penggemar. Saya tahu masih banyak hal yang ingin saya capai sebagai pemain sepakbola,” ujar Son.

Penghormatan tidak hanya datang dari kubu Spurs. Pelatih Newcastle, Eddie Howe juga memberikan pujian setinggi langit untuk Son.

“Reaksi itu naluriah dari para pemain saya,” ujar Howe, dilansir dari BBC. “Itu menunjukkan banyak hal tentangnya. Bukan hanya bakatnya, tetapi juga cara dia bersikap selama bertahun-tahun. Dia dianggap sebagai salah satu pemain Liga Primer terhebat di dunia.”

Pelatih Spurs, Thomas Frank juga mengenang momen perpisahan yang mengharukan.

“Pertama kami jalan-jalan (di sekitar lapangan), lalu rekan-rekan satu tim berkumpul dan dia emosional. Di ruang ganti, semuanya sama saja. Saya hanya mengatakan beberapa hal, tapi tidak banyak karena ini tentang Sonny. Lalu dia mengatakan beberapa hal lagi. Rasanya indah,” kata Frank, dikutip dari BBC.

Selain perpisahan Son, kabar cedera James Maddison menjadi perhatian serius. Kehilangan Maddison akan menjadi pukulan berat bagi Spurs, menjelang dimulainya musim baru.

Foto: Tottenham Hotspur

Thomas Frank mengonfirmasi kepada SPURSPLAY bahwa cedera Maddison kemungkinan parah, mengingat cedera lutut yang dideritanya sama seperti yang membuatnya absen dari final Europa League.

Dengan perpisahan Heung-Min Son dan kabar buruk cedera Maddison, Spurs kini memasuki babak baru yang penuh tantangan.

Mereka harus segera berbenah dan mencari pengganti yang sepadan untuk menghadapi musim yang akan datang.

Perpisahan ini adalah akhir dari sebuah era, namun juga awal dari perjuangan baru bagi Thomas Frank dan pasukannya. (VT)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *