London, Inggris – Era baru di Stamford Bridge dimulai dengan ledakan. Liam Rosenior sukses menandai debutnya sebagai pelatih kepala Chelsea di Premier League dengan kemenangan krusial 2-0 atas Brentford, pada Sabtu (17/01/26) malam.
Gol roket Joao Pedro dan eksekusi dingin Cole Palmer menjadi pembeda, dalam laga yang mengembalikan Si Biru ke jalur kemenangan. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa.
Chelsea tidak hanya mematahkan rekor enam laga tak terkalahkan milik Brentford, tetapi juga berhasil melesat ke posisi keenam klasemen sementara, terpaut dua poin dari zona Liga Champions yang kini dihuni Liverpool.
Keberuntungan Dijemput Insting
Rosenior langsung menunjukkan keberaniannya dengan melakukan lima perubahan pada starting XI, termasuk memulangkan kapten Reece James dan memasang duet Palmer-Garnacho di lini serang.
- Gol pembuka lahir di pertengahan babak pertama dengan skenario yang unik. Berawal dari kemelut, upaya sapuan Michael Kayode justru membentur badan Enzo Fernandez.
- Bola liar yang jatuh di area kotak penalti langsung disambar oleh Joao Pedro. Dengan kontrol sempurna dan insting predator, pemain Brasil itu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau Caoimhin Kelleher.
Meski sempat tertunda karena pengecekan VAR terkait posisi offside, tribun Stamford Bridge akhirnya pecah dalam sorak selebrasi.
Benteng Kokoh Robert Sanchez
Brentford bukanlah lawan yang mudah menyerah. “The Bees” berkali-kali meneror pertahanan Chelsea, terutama lewat Kevin Schade dan Mathias Jensen yang tendangan volinya sempat membentur tiang gawang.
Namun, pahlawan Chelsea di bawah mistar, Robert Sanchez, tampil fenomenal.
Penyelamatan refleks paling krusial terjadi di awal babak kedua, saat ia menggagalkan situasi satu lawan satu melawan Schade menggunakan kaki kirinya.

Aksi heroik ini menjadi fondasi mental bagi para pemain Chelsea untuk terus menekan. Hasilnya, The Blues mendapat hadiah penalti setelah Liam Delap dilanggar oleh Kelleher
Cole Palmer yang maju sebagai algojo kembali membuktikan diri sebagai eksekutor penalti terbaik klub, dan menggandakan skor di menit ke-76.
Usai laga, Pelatih Chelsea, Liam Rosenior tidak jemawa. Ia mengakui anak asuhnya belum tampil cair dalam penguasaan bola, namun sangat puas dengan daya juang “Si Biru” berjibaku melakukan tekel & memblok tembakan.
“Saya rasa kami menunjukkan tingkat energi dan menghargai hal-hal dasar dalam sepakbola, kemauan para pemain untuk bertempur dan melakukan tekel adalah alasan kita bisa mencatat clean sheet. Sikap itulah yang memenangkan pertandingan hari ini,” ungkap Rosenior dikutip dari Situs Resmi Chelsea.
Kemenangan atas Brentford ini seolah menjadi sinyal bahwa Chelsea telah menemukan kembali identitasnya yang sempat hilang.
Liam Rosenior berhasil menyuntikkan keberanian di tengah skuad yang penuh talenta namun sempat kehilangan arah.
Dengan kompetisi Liga Champions melawan Pafos yang sudah menanti di depan mata, para pendukung Chelsea kini punya alasan untuk kembali bermimpi besar. Stamford Bridge telah kembali bergemuruh, dan ini baru permulaan. (*)
Baca juga :





