Riyadh, Arab Saudi – Gema shalawat dan suasana spiritual yang kental mulai menyelimuti jazirah Arab.
Mahkamah Agung Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa hilal awal Ramadan 1447 Hijriah telah terlihat pada Selasa malam waktu setempat.
Dengan pengumuman ini, Pengadilan Kerajaan menetapkan bahwa Rabu, 18 Februari 2026, adalah hari pertama dimulainya ibadah puasa di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Keputusan ini diambil setelah komite pemantauan hilal resmi melakukan observasi di berbagai titik strategis, sesuai dengan tradisi Islam yang telah terjaga selama berabad-abad.
Seiring dengan terbitnya fajar hari Rabu, jutaan umat Muslim di Arab Saudi akan memulai perjalanan spiritual satu bulan penuh, menahan diri dari makan dan minum sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.
Tarawih Pertama di Jantung Makkah
Saat pengumuman resmi disiarkan, denyut nadi di Masjidil Haram, Makkah, langsung berubah menjadi lautan jamaah yang khusyuk.
Ribuan jamaah Umrah dan penduduk setempat berbondong-bondong memadati pelataran Ka’bah untuk melaksanakan Shalat Isya yang dilanjutkan dengan Shalat Tarawih pertama.
Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan skenario layanan terpadu untuk memastikan kenyamanan jamaah:
- Sistem Mobilitas Canggih: Pengoperasian kendaraan listrik dan pengaturan kursi roda dilakukan secara masif di dalam Masjidil Haram.
- Jalur Prioritas: Penyiapan rute khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas guna menjamin kelancaran ibadah mereka tanpa hambatan.
- Manajemen Arus Massa: Petugas lapangan dikerahkan untuk mengatur sirkulasi jemaah di area masjid dan halaman luar agar tetap tertib dan aman.
Komitmen Pelayanan & Pesan Persatuan
Mahkamah Agung tidak hanya mengumumkan aspek hukum penentuan bulan, tetapi juga menyampaikan pesan hangat dari pucuk pimpinan negara.
Ucapan selamat ditujukan kepada Pelayan Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
“Kami mendoakan keberkahan bagi seluruh umat Muslim dunia, diterimanya amal jariah, serta terjaganya keamanan dan kemakmuran bagi bangsa ini,” ungkap perwakilan Mahkamah Agung dalam pernyataan resminya.
Selain kesiapan infrastruktur di Makkah dan Madinah, otoritas Arab Saudi juga mengonfirmasi penyesuaian jam kerja bagi sektor publik maupun swasta.
Langkah ini diambil agar seluruh warga dapat menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan, dan fokus ibadah di bulan yang diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an ini.
Ramadan bukan sekadar tentang menahan lapar, melainkan tentang refleksi diri dan memperkuat ikatan komunitas. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim di mana pun berada, semoga kedamaian senantiasa menyertai kita semua. (*)
Baca juga :





