Melawan Keterbatasan Modal: Buka-bukaan Strategi Konten UMKM Dengan Bantuan AI!

AI dan Masa Depan Kreativitas: Visi Edho Zell Social Bread Indonesia di Panggung DNA Master Class 2025

Jakarta — Di tengah kerasnya persaingan dan keterbatasan modal, satu pertanyaan sering menghantui para pelaku UMKM: bagaimana caranya menghasilkan konten yang setara dengan merek-merek besar ?

Jawaban tak terduga datang dari panggung DNA Masterclass 2025 di Grand Hyatt, Jakarta. Di hadapan audiens, Edho Zell, seorang kreator sekaligus Pendiri Social Bread Indonesia, sebuah platform yang didedikasikan untuk UMKM, membawa sebuah pesan transformatif.

Ia menunjukkan bahwa di era ini, kecerdasan buatan (AI) bukanlah ancaman yang menakutkan, melainkan senjata rahasia yang mampu meruntuhkan batasan dan memberi setiap pengusaha kecil kesempatan untuk bersinar.

Kisah Edho Zell berawal dari kegelisahan. Setelah sukses membangun agensi periklanan, ia menyadari bahwa layanannya menjadi terlalu mahal bagi UMKM.

Ia tidak puas dengan ketidak-setaraan dan bersama rekan-rekannya, Tirza Lydia dan Ester Jeanette, ia mendirikan Social Bread Indonesia pada tahun 2020.

Misi mereka memberdayakan UMKM dan jenama lokal, membuka pintu peluang bisnis yang setara melalui platform digital.

Alat Produktivitas Super

Edho Zell, Social Bread Indonesia

Di hadapan audiens DNA Master Class, Edho Zell menjelaskan bagaimana AI telah menjadi game-changer bagi timnya. Ia menceritakan sebuah perubahan besar dalam alur kerja mereka, terutama dalam hal produktivitas.

“Kalau dulu kita bikin foto produk, mungkin sehari bisa tiga merek, tapi dengan adanya AI ini, sudah gak sesulit itu. Kita sehari bisa 10 merek sekaligus,” katanya dengan antusias.

Ia menjelaskan, jika dulu sebuah foto produk membutuhkan penataan rumit dengan bunga, buah, atau properti lainnya, kini semua itu bisa diwujudkan dalam hitungan detik.

Cukup dengan beberapa kata, AI dapat menciptakan elemen visual yang diinginkan, menghemat waktu dan tenaga secara drastis.

Selain itu, AI juga menjadi asisten cerdas yang membantu mereka menganalisis tren dan topik relevan di media sosial. Hal ini tentunya menjadi alat berharga bagi setiap kreator yang ingin kontennya selalu relevan dan up-to-date.

Manusia di Balik Mesin

Namun, Edho Zell mengakui bahwa penggunaan AI tidak lepas dari kritik. Ia dan timnya sering dicap “kurang kreatif.” Mendengar itu, ia justru menantang balik.

“Padahal kalau saya tantang, bisa nggak bikin yang seperti tadi ?” ujarnya. “Itu scene by scene ada prompting-nya, ada angle kamera, ada fokusnya, ada wide angle, ada backshot.”

Menurutnya, AI tidak dapat menggantikan peran manusia, karena di balik setiap hasil visual yang memukau, ada keahlian sinematografi, pengetahuan storytelling, dan visi besar dari penggunanya.

AI hanya akan menjadi cerminan dari kecerdasan orang di belakangnya. Edho Zell menyamakan AI dengan kalkulator. Alat yang sama bisa menghasilkan jawaban berbeda tergantung siapa yang menggunakannya.

“Jadi artinya kita tetap harus memberikan nilai kreatif itu supaya produk kita atau konten kita itu bisa lebih menonjol atau lebih bisa nyambung ke audiens kita,” tegasnya.

Ekosistem Terpadu, Jembatan bagi UMKM

Visi Edho Zell tentang AI sebagai alat pemberdayaan UMKM sangat beresonansi dengan tujuan Digital Hub, Sinar Mas Land.

SVP Ecosystem Acquisition & Partnership Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Yanto Suryawan (paling kanan)

SVP Ecosystem Acquisition & Partnership Sinar Mas Land, Yanto Suryawan menyampaikan pentingnya ekosistem digital untuk memberdayakan para kreator dan UMKM, dimana mereka semua akan saling terhubung.

“Di Digital Hub dan BSD City, kami tidak hanya membangun gedung dan jaringan, melainkan sebuah lingkungan di mana ide dan teknologi bisa bertemu. Para pelaku UMKM dan konten kreator adalah tulang punggung ekonomi digital. AI adalah alat mereka, dan kami menyediakan infrastruktur digital agar mereka bisa berkembang, mewujudkan potensi maksimal mereka tanpa batasan,” ujar Yanto.

Revolusi AI bukanlah akhir dari kreativitas manusia, melainkan awal dari era baru. Di bawah naungan visi Digital Hub dan semangat para kreator seperti Edho Zell, AI dan UMKM bisa bersinergi.

Masa depan adalah milik mereka yang tidak takut untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan menggunakan teknologi bukan sebagai pengganti, tetapi sebagai perpanjangan dari visi kreatif mereka. (VT)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *