London, Inggris – Emirates Stadium dilanda oleh atmosfer penuh ekspektasi, ketika pemimpin klasemen, Arsenal, dipertemukan dengan juara bertahan, Liverpool, dalam laga Premier League yang digelar pada Jumat (09/01/26).
Para penonton jelas menantikan sebuah kontes sengit antara kedua raksasa sepak bola Inggris tersebut. Tetapi, The Gunners dan The Reds terbukti terlalu seimbang, dan pada akhirnya, pertemuan kali ini justru berakhir dengan skor kosong 0-0.
Pertandingan ini mempersembahkan kesempatan emas bagi Arsenal untuk melebarkan jaraknya dengan Manchester City dan Aston Villa, saingan terdekatnya di papan klasemen, menjadi delapan poin.
Lantas, The Gunners membuka kontes ini dengan momentum tinggi. Dalam periode awal ini, Arsenal menyambut pihak tamu dengan tekanan tinggi yang menuntut kewaspadaan barisan pertahanan Liverpool.
Tetapi, seiring jalannya pertandingan, Liverpool mulai mengambil alih tempo permainan dan memberikan tanggapan balik kepada sang tuan rumah. Kesempatan terbaik The Reds dalam babak ini datang dari Conor Bradley, yang sayangnya membentur mistar gawang.
Meskipun saling bermain aktif di daerah lawannya, baik Arsenal maupun Liverpool tidak mampu memecahkan kebuntuan sebelum jeda turun minum.
Dalam babak kedua, tempo permainan mengalami perubahan. Kontes yang sebelumnya berjalan dengan seimbang, kini dikuasai oleh Liverpool, yang memiliki kehadiran yang lebih besar di tengah lapangan.
Sang tamu memiliki kendali total dalam penguasaan bola, selagi Arsenal mulai terkubur di dalam bayangan The Reds.
Akan tetapi, meskipun mendominasi lapangan, Liverpool justru tidak mampu menciptakan satu pun tembakan akurat ke arah gawang Arsenal.
Ancaman terbesar bagi Arsenal dalam babak ini datang dari serangan jarak jauh yang diciptakan oleh Dominik Szoboszlai. Sayangnya, upaya Szoboszlai tidak pernah mendekati sasarannya.

Dalam menit-menit terakhir pertandingan, atmosfer antara kedua tim sempat dipanaskan oleh emosi tinggi. Conor Bradley, yang masih terkapar usai mencederai dirinya, mendapat dorongan keras dari penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli.
Aksi Martinelli langsung mengundang murka rekan-rekan Bradley, yang akhirnya sempat bereskalasi menjadi pertengkaran antara para pemain.
Martinelli langsung dihukum dengan kartu kuning, dan akhirnya, insiden tersebut menjadi penutup sebuah laga yang selama ini berjalan cukup sepi di papan skor.
Dengan hasil mengecewakan tersebut, Arsenal dan Liverpool membuang kesempatannya untuk memperkuat posisinya di bagian empat besar klasemen. Kegagalan tersebut dibuat semakin pahit ketika mengingat bahwa saingan terdekat mereka juga kehilangan poin krusial dalam pekan pertandingan ini.
Meskipun demikian, masing-masing pelatih dari kedua tim tersebut memiliki reaksi yang cukup positif usai pertandingan.
Mikel Arteta, pelatih Arsenal, tetap bangga dengan posisi timnya yang saat ini masih memimpin klasemen.
“Kami baru saja menyelesaikan jadwal yang sangat padat. Enam pertandingan terakhir yang kami mainkan selama periode Natal ini, dan kami berhasil melewatinya dengan posisi yang sangat kuat.” ucap Arteta kepada Sky Sports.
“Kita harus bangga dengan posisi itu. Selalu ada hal-hal yang perlu diperbaiki dan kita akan terus maju.”
Disisi lain, meskipun gagal meraup tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri, pelatih Liverpool, Arne Slot, masih mengambil kesempatan untuk memuji penampilan tim asuhannya.
Dikutip dari Sky Sports, Slot mengatakan: “Satu-satunya hal yang kurang dari penampilan kami, dan ini bukan pertama kalinya, adalah momen-momen di sekitar kotak penalti.”
“Anda berharap dapat menciptakan lebih banyak peluang, tetapi melawan tim Arsenal yang memiliki momentum bagus, menampilkan performa seperti ini adalah sesuatu yang sangat positif bagi saya.”
Setelah ini, Arsenal dan Liverpool akan memulai perjalanan Piala FA mereka di ronde ketiga.
The Gunners akan bertamu menuju markas Portsmouth, sementara Liverpool memiliki waktu banyak untuk mempersiapkan kedatangan Barnsley. (VT)
Baca juga :





