Lyon, Prancis – Paris Saint-Germain mengklaim kembali takhta Ligue 1, setelah memenangkan pertandingan paling epik musim ini.
Dalam duel klasik yang sengit melawan Olympique Lyonnais di Groupama Stadium pada Minggu (09/11/25) waktu setempat, PSG meraih kemenangan mendebarkan 3-2 berkat gol penentu Joao Neves di detik-detik terakhir.
Kemenangan dramatis ini membuktikan ketangguhan mental Les Rouge et Bleu, yang harus berjuang keras setelah dua kali kebobolan dan menghadapi atmosfer yang elektrik.
Hasil ini memastikan PSG memasuki jeda internasional dengan kepala tegak, bertengger di puncak klasemen sementara.
Gol Kilat Babak Pertama
Pertandingan ini langsung menyajikan intensitas yang luar biasa, dengan kedua tim menunjukkan pertahanan yang terorganisasi dan disiplin di awal.
Namun, kebekuan pecah di pertengahan babak pertama, membuka keran gol yang tak terhindarkan.
- 0-1 (26′): Warren Zaire-Emery, bintang muda Prancis, membuka skor. Menerima umpan dari Vitinha, Zaire-Emery menerobos ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang tidak terjangkau kiper Dominik Greif.
- 1-1 (30′): Lyon langsung merespons. Hanya empat menit kemudian, Afonso Moreira menyamakan kedudukan, menunjukkan penyelesaian klinis setelah menerima umpan lambung di belakang pertahanan Paris.
- 1-2 (33′): Khvicha Kvaratskhelia membawa PSG kembali unggul. Gol ini lahir dari kerja keras Vitinha yang berhasil merebut bola dari Tanner Tessmann di lini tengah, sebelum Kvaratskhelia melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh yang cantik.
Lyon hampir menyamakan skor lagi sebelum jeda, ketika kapten mereka, Nicolas Tagliafico, melepaskan half-volley yang sayangnya membentur tiang gawang Lucas Chevalier.
Lyon Berjuang Keras
Babak kedua diawali dengan gol penyama kedudukan dari Lyon.
- Di menit ke-50, full-back Lyon, Ainsley Maitland-Niles, berhasil melewati kiper Chevalier yang terlanjur maju setelah menerima umpan dari Tyler Morton, membuat skor kembali imbang 2-2.
- Pertandingan berubah menjadi pertarungan yang benar-benar seimbang dan tegang. Kedua tim saling berbalas serangan, namun pertahanan mulai lebih disiplin.
- Peluang PSG: Lee Kang-In sempat memaksa Dominik Greif melakukan penyelamatan bagus di menit ke-62, setelah memotong dari sayap kanan.
- Kartu Merah Krusial: Drama memuncak di waktu tambahan. Kapten Lyon, Nicolas Tagliafico, diusir keluar lapangan, membuat Les Gones (julukan Lyon) harus bermain dengan sepuluh orang.

Paris Est Magique
Dengan keunggulan jumlah pemain, PSG melancarkan serangan terakhir, didorong oleh kebutuhan untuk meraih poin penuh.
- Saat jam menunjukkan waktu hampir habis, dan keputusasaan mulai melanda kubu Paris, momen keajaiban itu datang di menit 90+5′.
- Tendangan sudut yang dieksekusi Lee Kang-In melayang tinggi ke kotak penalti. Di sana, Joao Neves melompat lebih tinggi dari siapa pun. Sundulannya yang kuat menembus gawang Lyon, mengunci kemenangan thrilling 3-2 bagi Paris Saint-Germain.
Gol Neves ini bukan hanya memastikan tiga poin, tetapi juga mengukuhkan dominasi mental PSG untuk memenangkan pertandingan yang paling ketat dan intens di Ligue 1.
Kemenangan atas rival bebuyutan ini adalah pernyataan tegas dari PSG, bahwa mereka bertekad menguasai Ligue 1 musim ini.
Kembali ke puncak klasemen adalah hadiah yang pantas, untuk perjuangan mereka yang pantang menyerah hingga detik terakhir.
Setelah jeda internasional, Les Rouge et Bleu akan kembali beraksi menjamu Le Havre AC di Parc des Princes.
Hasil ini menjadi modal moral yang sempurna, mengingatkan semua orang, bahwa di bawah tekanan, Paris tidak pernah menyerah dan berhasil menjadi keajaiban. (*)
Baca juga :





