Presiden Afsel Ramaphosa Tiba, Ini Target Presiden Prabowo.

Presiden Ramaphosa Mendarat, Sinyal Kuat BRICS dan Era Baru Kerja Sama Indonesia-Afrika Selatan

Jakarta  – Momentum diplomasi strategis yang sangat dinantikan akhirnya tiba. Presiden Republik Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa, mendarat di Jakarta pada Rabu (22/10) pagi.

Mengawali kunjungan kenegaraan yang disebut-sebut sebagai ‘gebrakan’ untuk memperkuat ikatan antara dua raksasa ekonomi di belahan selatan dunia.

Kedatangan Ramaphosa di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma disambut dengan upacara militer yang khidmat dan hangat.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mewakili Pemerintah Indonesia dalam penyambutan tersebut, didampingi oleh para diplomat kunci dari kedua negara.

Sambutan kehormatan ini tidak hanya seremonial, namun menjadi penanda pentingnya hubungan bilateral yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade.

Peran Strategis di Meja Makan Siang

Puncak dari kunjungan ini terpusat pada pertemuan bilateral antara Presiden Ramaphosa dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang digelar siang harinya di Istana Merdeka.

Dalam jamuan santap siang kenegaraan yang penuh keakraban, Presiden Prabowo secara lugas menyampaikan ambisi Indonesia untuk mempererat kerja sama, terutama dengan mempertimbangkan posisi kedua negara sebagai bagian penting dari Global Southkelompok negara berkembang.

Foto : Dok. BPMI Sekpres

Penekanan utama dalam pertemuan tersebut terletak pada kesamaan visi, terutama setelah Indonesia resmi bergabung dengan aliansi ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan).

Berikut  pernyataan Presiden Prabowo yang menggarisbawahi urgensi penguatan kerja sama ini:

  • Visi BRICS yang Sama: “Kita telah bergabung dengan BRICS dan ingin melihat hubungan yang lebih erat lagi,” tegas Prabowo di hadapan Ramaphosa dan delegasi. Pernyataan ini menyiratkan adanya kesamaan pandangan strategis di panggung global.
  • Afrika sebagai Mitra Masa Depan: Prabowo secara terbuka memuji Ramaphosa sebagai “pemimpin besar di Afrika” dan menyakini bahwa “Afrika adalah masa depan ekonomi yang sedang bangkit.”
  • Afsel sebagai ‘Mitra Strategis’: Indonesia menganggap Afrika Selatan bukan sekadar rekan, melainkan “mitra strategis di (benua) Afrika,” sebuah penegasan peran sentral Pretoria dalam peta diplomasi Jakarta di kawasan tersebut.

Jejak Sejarah dan Isyarat ‘Agenda Rahasia’

Sebelum menuju Istana, Ramaphosa sempat menyaksikan pertunjukan budaya khas Jakarta, sebuah isyarat penghormatan yang mendalam dari tuan rumah.

Setelah melalui prosesi penyambutan yang meriah, Presiden Ramaphosa langsung menuju hotel untuk beristirahat sejenak, sebelum akhirnya diterima secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kunjungan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan people-to-people, tetapi juga membahas isu-isu ekonomi, perdagangan, dan investasi yang lebih mendalam terutama menyangkut koordinasi posisi dalam forum multilateral seperti BRICS dan G20.

“Semoga ini menjadi awal dari hubungan yang lebih kuat antara Afrika Selatan dan Indonesia,” tutup Presiden Prabowo dalam sambutannya, sebuah harapan yang kini memanggul tanggung jawab besar untuk mewujudkan era baru bagi kerja sama ‘Global South’.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *