Raksasa Baru AI & Foodtech Arab Saudi! Ekosistem Startup Jadi Magnet Investasi Terpanas!

Foodics, Platform Restoran Ratusan Miliar, dan Calo, Bisnis Makanan Sehat Dengan Kecerdasan AI

Riyadh,Arab Saudi — Lupakan kesan lama soal Timur Tengah. Kini, lanskap teknologi di Arab Saudi sedang panas-panasnya.

Ekosistem startup mereka tidak cuma tumbuh, tapi melaju kencang, terutama di sektor-sektor futuristik seperti AI (kecerdasan buatan), food tech, logistik, hingga sports-tech.

Berita besar datang dari dua raksasa lokal: Foodics dan Calo, yang berhasil menarik jutaan dolar dari para investor kakap dunia.

Gelombang investasi ini bukan cuma soal uang, tapi sinyal jelas bahwa Kerajaan ini siap jadi pemain kunci dalam peta teknologi global.

Foodics: Platform Restoran Ratusan Miliar

Dilansir dari Arab News, Kamco Invest, sebuah perusahaan investasi terkemuka, diam-diam mengakuisisi saham di Foodics. Ini bukan nama sembarangan.

Startup ini adalah platform teknologi pembayaran dan manajemen restoran yang berdiri sejak 2014. Melayani lebih dari 33.000 restoran dengan total nilai transaksi tahunan (GMV) mencapai $ 10 Miliar pada 2024.

  • Investasi Strategis: Transaksi ini menunjukkan bagaimana para investor, seperti Kamco Invest, melihat potensi IPO (Initial Public Offering) yang besar di platform Foodics dalam 2-3 tahun ke depan.
  • Dukungan Penuh: Sebelumnya, Foodics sudah mendapat dukungan dari investor super elite seperti Prosus, Sanabil Investments (milik Public Investment Fund), Sequoia Capital India, dan STV. Ini bukti nyata kepercayaan pasar.

“Kami bangga mendukung juara teknologi regional seperti Foodics. Skala, inovasi, dan basis investor yang kuat menandakan lintasan pertumbuhan yang menarik,” ujar Dalal Al-Shaya, Direktur Ekuitas Swasta Kamco Invest kepada Arab News.

Calo: Bisnis Makanan Sehat & Kecerdasan AI

Tim Calo – Foto: Dok. Arab News

Tak kalah heboh, startup food tech Calo berhasil mengamankan pendanaan lanjutan Seri B sebesar $39 juta, dipimpin oleh AlJazira Capital.

Pendanaan ini membuat total putaran Seri B mereka membengkak jadi $ 64 Juta. Jumlah ini bahkan melebihi target awal $ 50 Juta.

Kenapa ? Karena investor melihat sesuatu yang besar: Calo tidak cuma jualan makanan, tapi juga mengintegrasikan AI. Seperti :

  • Ekspansi Global: Dana segar ini akan digunakan Calo untuk ekspansi internasional dan terus mengembangkan produknya. Mereka bahkan sudah mengakuisisi perusahaan berlangganan makanan di Inggris untuk masuk ke pasar Eropa.
  • Visi AI: CEO Calo, Ahmed Al-Rawi, menyebutkan, “Kami hidup di masa yang menarik di mana AI mentransformasi hidup kita, dan kami bersemangat berinvestasi dalam inovasi mutakhir untuk mengeksplorasi bagaimana Calo bisa menggunakan AI untuk memengaruhi masa depan cara kita menemukan dan mengonsumsi makanan sehat.”
  • Pertumbuhan: Calo, yang berhasil mengirimkan lebih dari 10 juta makanan pada 2024, mengklaim sebagai layanan berlangganan makanan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Inovasi Lain Yang  Menggoda

Selain Foodics dan Calo, beberapa startup lain juga menarik perhatian dengan inovasi mereka yang berani diantaranya adalah :

Flex League saat ini melayani hampir 10.000 pemain – Foto : Dok. Arab News
  • Flex League: Startup sports-tech ini fokus pada padel dan tenis. Mereka berhasil mengumpulkan pendanaan awal (seed round) untuk membangun platform terpadu di mana pemain bisa bertanding, terhubung, dan memesan lapangan, semuanya dalam satu aplikasi.
  • Sawt: Perusahaan ini berhasil mengamankan pendanaan pra-awal (pre-seed) sebesar $ 1 Juta untuk membangun sistem AI suara berbahasa Arab. Mereka menargetkan pasar otomatisasi call center di GCC yang diperkirakan bernilai $ 800 Juta hingga $ 1,2 Miliar.
  • OmniOps: Startup ini meluncurkan Bunyan, platform Inference-as-a-Service pertama di Arab Saudi. Platform ini memungkinkan organisasi untuk membangun aplikasi bertenaga AI dengan performa yang jauh lebih baik, seperti chatbot atau alat peringkasan dokumen.
  • Olivery: Startup B2B ini mendapat pendanaan awal untuk mendigitalkan operasi logistik dengan fitur-fitur bertenaga AI, seperti perutean prediktif. Olivery telah melayani lebih dari 200 klien di sembilan negara.
  • Mataa: Platform e-commerce dari Libya ini juga mendapat dukungan pendanaan untuk memperkuat jaringan logistik, dan memperluas kapasitas gudang. Mataa adalah contoh bagaimana investasi startup mulai menjangkau wilayah lain yang berdekatan.

Gelombang investasi ini bukan sekadar berita bisnis. Ini adalah narasi tentang bagaimana teknologi, terutama AI, sedang membentuk ulang ekonomi di wilayah ini.

Para startup  di Arab Saudi  tidak hanya menyelesaikan masalah lokal, tapi juga membangun bisnis yang siap bertarung di panggung global.

Keberanian dan visi mereka, didukung oleh modal dari investor strategis, menunjukkan bahwa masa depan teknologi di Timur Tengah kini ada di tangan para pemikir muda yang sadar akan teknologi. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *