Bodo, Norwegia – Selamat datang di Aspmyra, tempat di mana raksasa Eropa datang untuk tumbang. Pada Kamis (12/03/26) dinihari, giliran Sporting Lisbon yang merasakan “kejamnya” atmosfer di dalam Lingkaran Arktik.
Tim debutan asal Norwegia, Bodo/Glimt, tidak hanya sekadar menang, mereka menghancurkan Sporting 3-0 dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang terasa seperti dongeng yang jadi kenyataan.
Hasil positif ini menjadi rekor bagi Bodo/Glimt, yang mencatatkan 5 kemenangan beruntun di Liga Champions, termasuk mengalahkan Mancheter City, Atletico, dan Inter Milan.
Kuburan Baru Para Raksasa
Sporting Lisbon mungkin mengira status mereka sebagai penghuni posisi 7 fase liga akan memberikan keunggulan. Namun, di lapangan sintetis Aspmyra yang dingin, teori itu runtuh.
Bodo/Glimt bermain seolah-olah mereka adalah pemilik tetap trofi Si Kuping Besar. Pesta dimulai saat Sondre Brunstad Fet dijatuhkan di kotak terlarang.
- Setelah drama VAR, Sondre Brunstad Fet sendiri yang maju dan menipu Rui Silva untuk membuka skor.
- Stadion Aspmyra makin bergemuruh saat Ole Didrik Blomberg melakukan aksi salto back-flip untuk menggandakan keunggulan lewat sudut sempit sebelum babak pertama usai.
Sporting mencoba bangkit di babak kedua, tapi mereka seperti menabrak tembok es. Alih-alih memperkecil ketertinggalan, gawang mereka justru bobol untuk ketiga kalinya.
- Kasper Waarts Hogh, sang striker Denmark yang kini menjadi momok menakutkan di Eropa, menyelinap dengan cerdik untuk menyambar umpan Hauge dan mengubah skor menjadi 3-0 di menit ke-71.
- Gol kelimanya dalam lima laga UCL ini memastikan Bodo/Glimt membawa modal sangat besar ke Lisbon pekan depan.
Skor 3-0 adalah gunung yang sangat tinggi untuk didaki oleh Sporting Lisbon di leg kedua nanti, meski bermain di kandang mereka.
Bodo/Glimt kini hanya butuh hasil imbang atau kalah dengan selisih dua gol, untuk mencatatkan sejarah paling gila di sepak bola modern: tim dari kota nelayan kecil masuk ke 8 besar Liga Champions. (*)
Baca juga :





