Badung – Gema takbir baru saja berlalu, namun deru mesin kendaraan kini mulai mendominasi gerbang masuk Pulau Dewata, Bali. Sejak 23 Maret 2026, arus balik Lebaran di Bali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Ribuan perantau terpantau mulai memadati Terminal Mengwi dan Pelabuhan Padang Bai untuk kembali mengadu nasib di pusat ekonomi dan pariwisata nasional, setelah menikmati libur Idulfitri di kampung halaman.
Lonjakan ini menandai kembalinya ritme aktivitas ekonomi Bali pasca-libur panjang, dengan puncak arus balik yang diprediksi akan menghantam simpul-simpul transportasi utama pada akhir pekan ini.
Ribuan Pekerja Mulai Berdatangan
Terminal Mengwi menjadi titik pertama kembalinya para pejuang ekonomi ke Bali. Dalam kurun waktu dua hari terakhir (23-24 Maret), tercatat sebanyak 1.613 penumpang telah tiba menggunakan 69 unit bus, mayoritas menyeberang dari Pulau Jawa.
- Kenaikan Signifikan: Kedatangan penumpang meningkat 11,35% dibandingkan hari normal yang biasanya hanya berkisar di angka 700 orang.
- Prediksi Puncak: Tren kenaikan trafik ini diperkirakan akan terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya pada 26 Maret 2026.
Antrean Mengular di Padang Bai
Beralih ke ujung timur Bali, Pelabuhan Padang Bai di Karangasem juga mulai disibukkan kedatangan pemudik dari arah Lembar, Lombok.
Meskipun volume kendaraan meningkat, otoritas pelabuhan memastikan alur penyeberangan tetap terkendali meski antrean sepeda motor sempat mengular pada Rabu pagi (25/03/26).
- Kenaikan 10 Persen: Data BPTD Satpel Padang Bai menunjukkan peningkatan trafik sebesar 10% sejak H+1 Idulfitri.
- Faktor Lebaran Ketupat: Puncak arus dari arah NTB diprediksi terjadi sepekan setelah Idulfitri, bertepatan dengan selesainya tradisi Syawalan atau Lebaran Ketupat.
Secara keseluruhan, koordinasi ketat antara otoritas terminal, pelabuhan, dan aparat keamanan berhasil menjaga arus balik tahun ini tetap tertib.
Namun, masyarakat tetap diimbau untuk cerdas dalam memilih waktu perjalanan guna menghindari penumpukan di jam-jam sibuk.
Keamanan dan kenyamanan perjalanan kembali ke rutinitas kini bergantung pada kesiapan infrastruktur dan kedisiplinan para pemudik di jalanan. (NR)





