Seoul, Korsel – Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama satu dekade itu, seorang pemuda Korea Selatan datang ke London utara sebagai pemain muda berbakat, lalu pergi sebagai legenda yang dihormati.
Kini, babak baru dalam kariernya dimulai, meninggalkan kenangan manis dan duka yang mendalam bagi para penggemar yang telah mencintainya.
Sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Heung-Min Son, Kapten Tottenham Hotspur.
Dilansir dari Situs Resmi Tottenham Hotspur, dalam sebuah jumpa pers di Seoul sebelum pertandingan pramusim melawan Newcastle United, Son mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan klub yang telah dibelanya selama satu dekade.
“Sebelum memulai konferensi pers, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah memutuskan untuk meninggalkan Klub musim panas ini. Dengan hormat, Klub membantu saya dalam keputusan ini,” ujar Son.
Keputusan ini, menurutnya, adalah yang tersulit dalam kariernya.
“Saya butuh lingkungan baru untuk mendorong diri saya. Saya butuh sedikit perubahan, 10 tahun itu waktu yang lama. Saya datang ke London utara saat masih kecil, 23 tahun, usia yang sangat muda. Saya meninggalkan klub ini sebagai pria dewasa, pria yang sangat bangga,” kata Son.
Ia juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukung. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar Spurs atas cinta yang begitu besar kepada saya. Saya harap perpisahan ini juga tepat waktu dan ini adalah waktu yang tepat untuk membuat keputusan itu. Saya harap semua orang dapat menerima dan menghormatinya,” tambahnya.

Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank yang mendampingi Son, turut memberikan penghormatan.
“Secara pribadi, saya ingin sekali bekerja dengan orang dan pemain yang fantastis ini. Dia adalah legenda Spurs sejati dalam segala hal, salah satu pemain terhebat yang pernah bermain di Liga Primer. Tidak pernah mudah menemukan waktu yang tepat, dan dengan saya masuk dari tim, itu membuat segalanya lebih mudah untuk berakhir dengan baik,” ungkap Frank.
Perjalanan Penuh Prestasi & Akhir Manis
Son bergabung dengan Spurs dari Bayer Leverkusen pada Agustus 2015. Selama 10 tahun, ia telah mengukir namanya dalam sejarah klub.
- Mencetak 173 gol dalam 454 pertandingan, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak Spurs.
- Meraih Penghargaan Puskas FIFA pada 2019 berkat gol spektakulernya melawan Burnley.
- Menggondol Sepatu Emas Liga Inggris pada musim 2021/22 sebagai pencetak gol terbanyak dengan 23 gol.
- Mengemban tugas sebagai kapten tim sejak 2023, menggantikan Hugo Lloris.
Meskipun sukses di level individu, Son sempat kurang beruntung dalam urusan trofi. Namun, ia berhasil mengakhiri “puasa gelar” Spurs yang telah berlangsung sejak 2008.
Pada akhir musim lalu, Spurs berhasil menjuarai Europa League setelah mengalahkan Manchester United, menjadi gelar juara utama pertama bagi Son.

Bukan Sekadar Bintang Sepakbola, Tapi Pahlawan Nasional
Di Korea Selatan, popularitas Son melampaui batas lapangan hijau. Ia adalah seorang ikon nasional, layaknya bintang K-Pop.
Di kampung halamannya, Chuncheon, sebuah mural dibuat untuk menghormatinya.
“Kebanggaan Chuncheon, Kebanggaan Tottenham, selamat lolos ke Liga Champions dan Sepatu Emas,” demikian bunyi spanduk yang menyertainya.
Pengaruhnya tak hanya membanggakan, tetapi juga membawa dampak positif bagi klubnya.
Menurut laporan The New York Times pada tahun 2022, Spurs didukung oleh 12 juta warga Korea Selatan berkat popularitas Son.
Sebuah angka yang fantastis dan menunjukkan betapa besarnya pengaruh seorang pemain, terhadap komunitas penggemar global.

Son kemungkinan akan memainkan pertandingan terakhirnya dalam seragam putih Tottenham Hotspur melawan Newcastle United, di hadapan para pendukung setianya di Korea Selatan.
Sementara itu, rumor mengenai masa depannya mulai berhembus kencang. Pengamat Sepakbola, Tom Bogert, melaporkan melalui akun Bluesky pribadinya bahwa klub MLS, Los Angeles FC, sangat meminati Son dan sedang dalam tahap negosiasi. Kebetulan, mantan rekan setimnya, Hugo Lloris, juga kini bermain di sana.
Perpisahan ini adalah akhir dari sebuah babak, namun juga awal dari sebuah cerita baru. Son meninggalkan London sebagai legenda, dan ke mana pun ia melangkah, ia akan selalu menjadi kebanggaan bagi Spurs dan Korea Selatan. (VT)
Baca juga :





