Sassuolo, Italia – Inter Milan menyuguhkan tontonan sepakbola yang lebih menyerupai tarian daripada sekadar pertandingan saat menghancurkan tuan rumah Sassuolo dengan skor telak 5-0 di Mapei Stadium, Senin (09/02/26) dinihari.
Kemenangan masif ini tidak hanya mengokohkan posisi Nerazzurri di puncak klasemen Serie A dengan 58 poin, tetapi juga menjadi saksi sejarah saat Lautaro Martinez resmi sejajar dengan legenda klub, Roberto Boninsegna, dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa.
Dominasi total tim asuhan Simone Inzaghi ini diwarnai performa magis Federico Dimarco yang mencetak hattrick assist, serta gol-gol debut dari Manuel Akanji dan Luis Henrique.
Keberhasilan ini sekaligus memastikan Inter tetap menjaga jarak aman dari para pesaingnya, dalam perburuan gelar Scudetto musim ini.
Tarian Magis di Sisi Kiri
Jika Lautaro adalah jantungnya, maka Federico Dimarco adalah dirigen pertunjukan laga ini.
Sang bek sayap kiri tersebut mencatatkan sejarah dengan torehan tiga assist dalam satu laga tandang Serie A, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi lagi di Inter sejak musim 2004/05.
- Aksi Dimarco dimulai sejak menit ke-11 melalui sepak pojok presisi yang diselesaikan Yann Aurel Bisseck untuk membuka skor 1-0.
- Kejeniusannya tidak berhenti di sana, ia kembali memberikan umpan silang sempurna untuk gol Marcus Thuram pada menit ke-28.
Pesta Gol & Dominasi

Momen yang paling dinantikan publik Inter akhirnya tiba pada menit ke-50.
- Memanfaatkan bola liar di area pertahanan Sassuolo, Lautaro Martinez melakukan putaran badan yang elegan sebelum melepaskan tembakan melengkung kaki kiri yang bersarang di pojok gawang.
- Gol tersebut merupakan gol ke-171 Lautaro bagi Inter Milan.
- Dimarco melengkapi hattrick assist-nya untuk sundulan maut Manuel Akanji di menit 53 dan mengubah skor menjadi 4-0.
Total 11 assist Dimarco musim ini kini menyamai rekor Maicon saat membawa Inter meraih Treble Winner pada 2009/2010. Luis Henrique kemudian menutup pesta gol dengan tendangan keras ke pojok atas gawang.
Sassuolo sebenarnya mencoba memberikan perlawanan di awal laga melalui Kone, namun ketangguhan lini belakang Inter yang dikoordinasi Dimarco menyapu bersih setiap ancaman.
Kemenangan ini membawa Inter mengumpulkan 58 poin, menjauhkan mereka dari kejaran rival di papan atas Serie A.
Ketajaman lini depan dan rapatnya barisan pertahanan, menjadikan Inter sebagai favorit utama peraih gelar juara musim ini. (*)
Baca juga :





