Singa Atlas Maroko Gagal Kunci Tiket 16 Besar AFCON 2025, Dijinakkan Elang Mali!

Piala Afrika: Drama Dua Penalti di Rabat, Maroko vs Mali 1-1, Persaingan Grup A Kian Memanas

Rabat, Maroko – Pertandingan sengit tersaji di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, saat tuan rumah Maroko dipaksa berbagi poin dengan Mali pada laga lanjutan Grup A Africa Cup of Nations (AFCON) 2025.

Skor imbang 1–1 yang diwarnai drama VAR dan eksekusi penalti dari kedua tim ini, membuat kepastian tiket babak 16 besar harus ditentukan hingga laga pamungkas fase grup.

Dominasi Singa Atlas

Sejak peluit sepak mula dibunyikan, tim asuhan Walid Regragui langsung tancap gas. Didukung oleh ribuan suporter yang memadati stadion, tim “Singa Atlas” tampil dominan.

Dengan mengandalkan Brahim Diaz sebagai motor serangan dan tusukan tajam Achraf Hakimi, Maroko sukses mengurung pertahanan Mali hampir di sepanjang 30 menit awal laga.

  • Meskipun mendominasi penguasaan bola, Maroko sempat frustrasi menghadapi lini belakang Mali yang sangat terorganisir.
  • Kebuntuan akhirnya pecah di masa injury time babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR mengonfirmasi adanya pelanggaran handball.
  • Brahim Diaz yang maju sebagai eksekutor dengan tenang menyarangkan bola ke gawang pada menit 45+5, membawa Maroko unggul 1–0 sebelum turun minum.

Kebangkitan Elang Mali

Maroko vs Mali – Foto: Dok. Bein Sports

Memasuki babak kedua, situasi berubah. Mali, yang dijuluki Les Aigles (Si Elang), tampil dengan kepercayaan diri baru di bawah arahan pelatih Tom Saintfiet.

Mereka mulai berani keluar menyerang dan menekan lini tengah Maroko. Petaka bagi tuan rumah datang di menit ke-64.

  • Penyerang Mali, Lassina Sinayoko, dijatuhkan oleh Jawad El Yamiq di dalam kotak terlarang. Wasit kembali menunjuk titik putih setelah verifikasi VAR.
  • Sinayoko yang mengambil tanggung jawab sendiri, sukses mengeksekusi penalti dengan cerdik di menit 64 dan mengubah skor menjadi 1–1.

Di sisa waktu, Maroko berupaya meningkatkan tempo dan memasukkan tenaga baru di lini serang. Namun, tembok kokoh pertahanan Mali tetap tak tergoyahkan hingga peluit panjang dibunyikan.

Usai laga, Pelatih Maroko, Walid Regragui menyatakan selamat untuk Mali yang berhasil meraih satu poin.

Kami yakin bahwa kami sudah bermain dengan baik. Ya, kami memang tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan, tapi kami juga tidak kalah. Kami memainkan laga yang sangat intens. Seharusnya kami bisa menyudahi perlawanan mereka lebih cepat. Kebobolan penalti adalah bagian dari sepakbola, kami tidak boleh putus asa. Perjalanan di AFCON masih panjang,” ujar Regragui dikutip dari Situs Resmi CAF.

Maroko vs Mali – Foto: Dok. CAF

Neil El Aynaoui yang dinobatkan menjadi Man of the Match juga menyatakan bahwa timnya harus lebih fokus untuk laga terakhir di fase grup.

“Penghargaan ini tidak terlalu saya pikirkan karena hasil akhir tim. Kami gagal mengelola keunggulan dengan baik dan harus segera move on. Fokus kami sekarang adalah memenangkan laga terakhir.”

Sementara Pelatih Mali, Tom Saintfiet mengungkapkan kepuasannya atas hasil yang didapat.

“Kami menganalisis Maroko selama berjam-jam. Saya puas dengan performa tim yang mampu meredam transisi lawan. Kami memiliki pemain berpengalaman yang tahu cara menghadapi tekanan besar di stadion ini,” ungkap Saintfiet.

Hasil imbang ini memberikan rasa “manis-pahit” bagi Maroko. Meski tetap berada di puncak klasemen, mereka gagal mengunci tiket lolos lebih awal di depan publik sendiri. Maroko tetap di puncak dengan 4 poin, disusul Mali dengan 2 poin.

Di laga terakhir, Maroko akan menghadapi Zambia, sementara Mali bakal menjalani laga hidup-mati melawan Komoro demi mengamankan tempat di babak gugur.

Hasil lainnya Piala Afrika 2025 : 

  • Grup A:
    – Komoros vs Zambia = 0-0

Klasemen Sementara Piala Afrika 2025 :

Pos Tim – Grup A Poin
1 Maroko 4
2 Mali 2
3 Zambia 2
4 Komoros 0

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *