Sumatra Darurat! Banjir, Longsor Menerjang, Ratusan Keluarga Terdampak

Pemerintah Gelar Rapat Kabinet Khusus Percepatan Penanganan Bencana

Jakarta – Gelombang bencana hidrometeorologi basah menerjang sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, menyebabkan kerugian masif dan korban jiwa.

Dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, mulai Selasa (25/11/25) hingga Kamis (27/11/25) pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dominasi kejadian banjir dan tanah longsor yang berdampak pada ratusan keluarga di Aceh dan Sumatra Utara.

Puncaknya, Pemerintah Indonesia segera merespons dengan menggelar rapat terbatas tingkat menteri pada Kamis (27/11/25) di Jakarta.

Rapat ini fokus pada strategi percepatan penanganan darurat di tiga provinsi yang terdampak paling parah: Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

 Tapanuli & Sibolga Lumpuh

Skala kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Sumatra Utara. Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah dilaporkan melanda sembilan kecamatan, termasuk Badiri, Kolang, dan Pinangsori.

Data BNPB  hingga Rabu (26/11/25) malam menunjukkan dampak yang mengerikan:

Banjir rendam pemukiman warga di Kab. Tapanuli Utara – Foto: Dok. BPBD Kab. Tapanuli Utara
  • 1.902 Kepala Keluarga (KK) Terdampak: Ribuan warga harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kecamatan Kolang menjadi wilayah terparah dengan 1.261 KK terdampak.
  • Korban Jiwa Dikonfirmasi: Di Kolang, satu keluarga beranggotakan empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor.
  • Puluhan Korban di Sibolga: Kota Sibolga mencatat delapan warga meninggal di Kecamatan Sibolga Selatan, dan 21 orang lainnya masih dilaporkan hilang.
  • Kerugian Infrastruktur: Dua jembatan penghubung di Tapanuli Utara rusak total, memutus akses warga di Desa Simangumban Julu dan Desa Siopat Bahal.

Selain itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir bandang merenggut enam korban jiwa, dan tujuh warga terdampak longsor di daerah Parsariran dan Hapesong Baru.

Upaya pencarian dan pertolongan terus digencarkan oleh unsur SAR gabungan, terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, dan relawan lokal.

Rangkaian Bencana di Tanah Rencong dan Sumut

Sebelum eskalasi di Tapanuli, sejumlah bencana hidrometeorologi telah terjadi.

Pemukiman Warga yang terdampak banjir di Banda Aceh-Foto: Dok @Pusdatin_BPBA_26.11.2025
  • Aceh Dikepung Banjir:
    • Kota Langsa: Banjir merendam Gampong Paya Bujok Seulemak setinggi 20-40 cm, berdampak pada 420 warga dari 150 KK.
    • Kabupaten Agam: Banjir di Nagari Kampung Tengah dan Nagari Bawan terdampak pada 42 KK atau 143 jiwa.
  • Sumatra Utara Mencekam:
    • Tapanuli Utara: 50 unit rumah terdampak banjir dan longsor di Desa Simangumban Julu dan Desa Siopat Bahal.
    • Padang Sidempuan: Banjir dilaporkan berdampak pada 220 jiwa, dan satu orang di Kelurahan Hamopan Sibatu dilaporkan hilang terseret arus sungai.

Tim BPBD dan tim gabungan di masing-masing wilayah terus melakukan penanganan, pendataan, dan operasi pencarian korban.

Longsor Lumpuhkan Padang-Bukittinggi.

Jalur utama penghubung antara Padang dan Bukittinggi di Sumatra Barat, yang merupakan salah satu akses logistik dan mobilitas paling vital di provinsi itu.

Berdasarkan liris BNPB,terputus total setelah dihantam bencana tanah longsor pada Kamis (27/11/25) dini hari.

Warga memperbaiki jembatan terputus akibat terseret banjir – Foto: Dok. BNPB Sumatra Barat

Kepolisian Resor (Polres) Kota Padang Panjang juga mengonfirmasi bahwa penutupan akses terjadi di kawasan strategis Lembah Anai, akibat longsor dan pohon tumbang.

“Terdapat dua titik longsor di jalur Lembah Anai masing-masing di pendakian Singgalang Kariang dan pemandian Mega Mendung,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, kepada Awak Media Kamis (27/11/25)

Siklon KOTO dan Bibit 95B Ancam Indonesia

BMKG telah merilis peringatan potensi cuaca ekstrem, yang dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B.

Keadaan ini menjadi alarm bagi seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Bibit Siklon 95B dapat memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatra Utara,” demikian imbauan resmi dari BNPB.

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, serta memicu gelombang tinggi hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, termasuk Laut Sulawesi dan Laut Maluku.

Rapat kabinet yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini, bertujuan untuk mengevaluasi langkah darurat dan mempercepat dukungan logistik, proses evakuasi, serta pemulihan awal bagi masyarakat yang terdampak.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *