Magelang – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali menapakkan langkahnya di tanah yang pernah membesarkannya, kampus SMA Taruna Nusantara (TN), Magelang.
Namun kali ini bukan dalam balutan upacara kenegaraan, melainkan dalam ajang lari Taruna NusantaRun 2025, yang berlangsung Minggu pagi (13/07/25), dengan penuh semangat dan nuansa kebersamaan.

“Bagi saya, kembali ke kampus ini seperti menghidupkan kembali semangat yang dulu membentuk saya. Di sinilah nilai-nilai kepemimpinan dan kebangsaan itu ditanamkan,” ungkap AHY saat menyampaikan sambutan di hadapan para peserta.
Tepat pukul 05.51 WIB, AHY melepas start ribuan pelari dari kalangan pelajar, alumni, dan masyarakat umum. Ia mengangkat bendera start didampingi Kepala SMA Taruna Nusantara, Magelang, Mayjen Imam Gogor, sembari meneriakkan seruan penuh makna, “Salam Nusantara!” yang langsung disambut sorakan para peserta.
Tak hanya menjadi tamu kehormatan dan melepas start lari, AHY juga turut berlari sejauh 10 kilometer bersama para alumni dan siswa aktif.

Rute lari membentang melewati ikon jalan-jalan di sekitar kawasan Magelang seperti Jalan Sarwo Edhie Wibowo dan Jalan Gatot Subroto, menampilkan pemandangan yang menggabungkan nuansa sejarah dan semangat masa depan, serta nostalgia masa lalu ketika para alumni bersekolah di Magelang.
Kegiatan lari ini bukan sekadar olahraga, melainkan juga momentum guna mempererat ikatan lintas generasi, dan dalam rangka Peringatan 35 Tahun SMA Taruna Nusantara.
“Ini bertepatan dengan 35 tahun SMA Taruna Nusantara dan menjadi kegiatan yang pertama, dan semoga bisa mengembalikan SMA TN kepada masyarakat, dimana para alumninya bisa memberikan yang terbaik dimanapun mereka berada,” ujar Kepala SMA Taruna Nusantara Magelang, Mayjen TNI M Imam Gogor AA.

Dengan tiga kategori lari yang tersedia, Taruna NusantaRun 2025 menghadirkan atmosfer kebugaran sekaligus nasionalisme yang menyatukan siswa, alumni, dan masyarakat sekitar.
Kehadiran AHY yang kini menjabat sebagai Menko menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai pengabdian dan kepemimpinan yang ditanamkan di bangku sekolah tetap hidup, bahkan ketika para alumninya telah berada di panggung nasional. (YA)
Baca juga :





