Teheran Memanas, Indonesia Lakukan Evakuasi Besar-Besaran WNI!  

115 WNI Dievakuasi via Jalur Darat ke Azerbaijan, Pemerintah Buka Jalur Darurat dan Kerahkan Tim Khusus TNI  

Jakarta — Di tengah gejolak konflik yang semakin panas di kawasan Timur Tengah, Indonesia bergerak cepat. Jumat  20 Juni 2025, sebuah operasi senyap namun vital dimulai, evakuasi tahap pertama warga negara Indonesia (WNI) dari Iran.

Sebanyak 115 WNI, mayoritas pelajar dan mahasiswa, meninggalkan kota yang telah menjadi tempat tinggal mereka selama bertahun-tahun.

Mereka naik ke dalam empat bus besar yang diam-diam meluncur menuju Baku, Azerbaijan, menempuh jalur darat yang dinilai lebih aman dari potensi serangan udara dan ketegangan militer di wilayah udara Iran.

“Tahap pertama akan dimulai hari ini. Ada 115 WNI diberangkatkan dengan bus dari Teheran ke Baku,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan dalam pernyataan resminya di Jakarta.

Foto: Dok KemenkoPolkam

Keputusan untuk menggunakan jalur darat bukan tanpa alasan. Dengan kawasan udara yang tidak lagi aman karena meningkatnya risiko konflik regional, pemerintah memutuskan rute darat sebagai pilihan paling rasional dan cepat.

“Kami berkoordinasi dengan Kemenlu dan BIN untuk memastikan kelanjutan evakuasi berjalan aman dan lancar,” imbuh BG, sapaan akrab Budi Gunawan.

Sesampainya di Baku, para WNI akan transit selama dua malam sebelum diterbangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat komersial pada Minggu, 22 Juni 2025.

Tim Khusus Siaga: 34 Personel TNI Disiapkan

Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala Pusat Penerangan TNI mengungkapkan bahwa selain dari Iran, 11 WNI dari Israel juga akan dievakuasi. Mereka akan melalui jalur Amman, Yordania, sebelum diterbangkan ke Indonesia.

“Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa di wilayah rawan. Kita sudah siapkan tim khusus beranggotakan 34 personel TNI untuk misi ini,” kata Kristomei dalam keterangan tertulis, Kamis (19/06/25).

Meski belum turun langsung, tim ini siap bergerak dalam waktu singkat bila situasi darurat. Instruksi hanya tinggal menunggu dari Panglima TNI atau Presiden.

“TNI menegaskan perlindungan terhadap WNI adalah amanah konstitusional. Kami siap melaksanakan tugas ini dalam kerangka kepentingan nasional,” tegas Kristomei.

Buka Jalur Komunikasi Darurat

Untuk memperkuat perlindungan, pemerintah juga membuka jalur komunikasi darurat, bagi seluruh WNI di zona konflik.

“Kami imbau semua WNI untuk tetap tenang, patuhi arahan perwakilan RI, dan segera lapor jika membutuhkan bantuan,” kata BG.

Langkah ini penting, karena selain kondisi keamanan yang dinamis, informasi cepat dan akurat akan menjadi kunci keselamatan setiap individu yang masih berada di wilayah krisis. (YA)

 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *