Brentford, Inggris – Chelsea, yang saat ini masih mencari kemenangan pertamanya di Premier League usai tumbang di hadapan Arsenal, datang mengunjungi tetangga mereka di London barat, Brentford, pada Sabtu (19/09/26).
The Blues tiba dengan beberapa masalah. Selain memegang rekor pertahanan terburuk dalam musim ini, skuad asuhan Xabi Alonso tersebut juga harus bertanding tanpa Joao Pedro, yang terlanda cedera.
Lantas, Chelsea bermain dengan lini belakang rapuh dan serangan tumpul. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Brentford, yang mengantongi kemenangan telak 3-0 di hadapan pendukungnya sendiri.
Pada awalnya, kontes ini berjalan dengan cukup sunyi. Sepanjang babak pertama, baik Chelsea maupun Brentford masing-masing hanya mampu mencatat dua tembakan akurat, yang sayangnya belum mampu memecahkan kebuntuan skor.
Tetapi, usai waktu istirahat, Brentford tampaknya menerima suntikan motivasi. Kontras dengan paruh sebelumnya, lini depan The Bees kini bermain dengan lebih ganas dan bahkan sempat mencetak sebuah gol tujuh menit setelah kick-off, yang sayangnya dianulir oleh bendera offside.
The Blues tidak pernah memberikan balasan berarti usai momen tersebut, dan akibatnya, mereka lagi-lagi menelan kebobolan pada satu jam pertandingan, melalui gol Jaidon Anthony yang kali ini dianggap sah.
- Sundulan Jannik Schuster, yang menyambut tendangan sudut Mikkel Damsgaard, dipandu ke dalam gawang Emi Martinez oleh kepala Anthony.

Chelsea akhirnya mulai menunjukkan upaya di depan gawang Brentford dan dengan putus asa mengerahkan seluruh pasukan mereka demi mengejar ketertinggalan skor. Akan tetapi, tidak ada satu pun pemain tamu yang mampu meruntuhkan benteng pertahanan The Bees.
Di sisi lain, Brentford, yang melambatkan temponya usai membuka papan skor, justru berhasil menggandakan keunggulannya pada menit ke-83.
- Martinez maju dari posnya dan sukses menepis serangan Damsgaard. Sayangnya, akibat tindakan tersebut, Igor Thiago memiliki kesempatan emas untuk menggetarkan gawang kosong Chelsea.
Harapan Chelsea jelas sudah terkubur, dan pada akhirnya, mimpi buruk tim tamu ditutup pada menit ke-90+4, ketika Fabio Carvalho mengukir gol ketiga The Bees dalam pertemuan ini.
- Dari bagian sayap kiri, Kevin Schade menyajikan sebuah umpan klinis yang dituntaskan dengan sempurna oleh Carvalho.
Sebuah hasil memalukan dari Chelsea, yang kini memiliki catatan dua kekalahan dan satu hasil seri dalam tiga laga terakhirnya di Premier League. Untuk saat ini, The Blues duduk di posisi ketujuh di tangga klasemen.
Kekalahan tersebut menerangi beban yang dihadapi Xabi Alonso. Dilansir dari situs resmi Chelsea, sang pelatih tidak menyembunyikan kekecewaannya dengan penampilan timnya dalam pertemuan kali ini.
“‘Saat ini, kami tidak cukup konsisten untuk berkompetisi sepanjang permainan – 45 [menit] saja tidak cukup” Renung Alonso.
“Kami menghilangkan konsistensi kami, dan mentalitas kompetitif kami dibutuhkan di babak kedua. Ini sekitar 95 menit, dan kami belum bisa mempertahankan level itu sepanjang beberapa pertandingan ini di awal musim. Itu adalah sesuatu yang harus kita tingkatkan.”
Setelah pertandingan ini, Chelsea akan memasuki jeda internasional dan lantas memiliki waktu yang berlimpah untuk belajar dari kesalahannya. The Blues kembali bertanding di Premier League pada Oktober mendatang, melawan Bournemouth di Stamford Bridge. (VT)





