Paris, Prancis – Stadion Parc des Princes menjadi saksi sebuah laga Champions League yang dilanda hujan gol pada Kamis (27/11/25)
Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur, yang tidak lama lalu bertanding di ajang Piala Super UEFA, kembali bertarung dalam sebuah pertemuan yang dipenuhi oleh aksi di papan skor.
Spurs menunjukkan jiwa pertarungan yang cukup tangguh, namun pada akhirnya, tiga poin dari pertandingan ini diamankan oleh PSG, yang mengukir kemenangan 5-3.
Kedua kubu menunjukkan permainan berkualitas dalam periode awal babak pertama.
Lini depan PSG merobek bagian tengah Spurs dengan penuh ketajaman, akan tetapi sang tamu juga menciptakan masalah dengan tekanan tinggi yang mengganggu tempo permainan Les Rouge et Bleu.
Dengan PSG dan Spurs yang saling bermain sengit dengan penuh kepercayaan diri, keunggulan masih bisa direbut oleh siapapun di antara mereka.
Seluruh penonton stadion duduk di tepi kursi mereka selagi menyaksikan kedua tim saling bertukar serangan berbahaya, namun pada akhirnya, kebuntuan skor berhasil dipecahkan oleh Spurs.
- Menit 35: Randal Kolo Muani mengarahkan umpan silang rekannya tepat menuju depan gawang, dimana Richarlison bereaksi cepat dan langsung menyambar bola tersebut dengan sebuah sundulan matang.
Meskipun selama ini tampil berbahaya di bagian depan, PSG masih memerlukan dorongan untuk menuntaskan peluangnya. Barisan pertahanan Spurs juga selalu membuat masalah, dan sepertinya, sang tuan rumah akan memasuki jeda turun minum tanpa gol.
Namun dalam penghujung babak, PSG akhirnya menemukan momentum serangan mereka dan berhasil menyamakan kedudukan dengan penuh gaya.
- Menit 45: Vitinha menyambut umpan Quentin Ndjantou dengan sebuah tembakan roket yang melesat menuju sudut atas gawang Spurs.

Akhir yang cukup memukau bagi sebuah babak yang selama ini berjalan dengan atmosfer elektrik. Kini kembali seimbang dalam papan skor, PSG dan Spurs tidak membuang waktu untuk tancap gas sejak permainan dilanjutkan.
Hanya lima menit setelah kick-off, Spurs kembali mengejutkan pasukan Les Rouge et Bleu dengan merobek gawang tuan rumah untuk kedua kalinya.
- Menit 50: Randal Kolo Muani, yang saat ini dipinjamkan dari PSG, menjadi figur yang menempatkan Spurs di hadapan lawannya.
- Archie Gray memiliki peluang bagus untuk menjebol gawang PSG. Namun, sundulannya berhasil dicegat oleh Willian Pacho.
- Akan tetapi, bola muntah tersebut masih aktif di dalam kotak penalti. Dengan naluri tajam, Kolo Muani menyambar bola tersebut dengan sebuah tendangan voli. Marquinhos berupaya menghalau tembakan tersebut, namun bola justru memantul ke dalam gawang.
Sayangnya bagi Spurs, selebrasi mereka tidak bertahan lama. Balasan PSG datang tidak lama kemudian, dan lagi-lagi, gol tersebut berbuah dari Vitinha.
- Menit 53: Setelah menerima bola dari Khvicha Kvaratskhelia, Vitinha mengambil posisinya di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan penuh presisi yang melewati jangkauan Guglielmo Vicario.
Gol tersebut menjadi pertanda momentum PSG, yang kini mulai mengambil alih tempo permainan dan berupaya keras untuk mengubur determinasi Spurs.
Dengan barisan bagian tengah yang menjadi arsitek permainan mereka, pasukan Les Rouges et Bleu mampu melebarkan jarak skornya dengan Spurs menjadi 4-2.
- Menit 59: Joao Neves berhasil mencuri bola dari pemain Spurs dan langsung melepaskan umpan terobos kepada Fabian Ruiz, yang tidak membuang waktu untuk menuntaskannya dengan sebuah tembakan datar.
- Menit 65: Tendangan sudut Lee Kang-In, yang sempat diperebutkan di tengah kerumunan pemain di depan gawang, ditemukan oleh Willian Pacho, yang mampu menemukan sudut jaring gawang.
PSG kini memiliki ruang nafas yang luas di papan skor. Disisi lain, Spurs menghadapi sebuah tantangan yang cukup berat apabila mereka ingin mengejar ketertinggalannya.
Selama jalan pertandingan ini, Spurs memiliki beberapa kesempatan dimana mereka meruntuhkan tembok pertahanan PSG tanpa masalah.
Lantas, pihak tuan rumah masih belum bermain dengan nyaman, meskipun memiliki selisih skor tinggi. Kewaspadaan tersebut sayangnya terbukti ketika Spurs berhasil memperkecil jaraknya menjadi 4-3.
- Menit 73: Randal Kolo Muani mengukir brace dalam pertemuan ini, setelah ia menggiring umpan Rodrigo Bentancur melewati oposisi lawan dan melesatkan bola melewati Lucas Chevalier.
Spurs masih tertinggal, namun mengingat bahwa sang tamu telah menciptakan banyak masalah, kewaspadaan PSG sempat meroket.
Untungnya, PSG tidak perlu khawatir terlalu lama. Tiga menit kemudian, Les Rouge et Bleu diberikan hadiah penalti, berkat handball Christian Romero di daerah terlarang.
- Menit 76: Vitinha diberi kesempatan untuk mengamankan hattricknya dari titik putih. Gelandang asal Portugal tersebut sukses melaksanakan tugasnya, dan kembali melebarkan skor PSG.
Ditengah atmosfer riuh stadion yang menyanyikan nama Vitinha, PSG dan Spurs menghabis masa penghujung laga saling bertukar serangan demi serangan.
Namun satu-satunya aksi yang mendapat sorotan terjadi di menit 90+3, ketika Lucas Hernandez dihukum dengan kartu merah usai menghantam wajah Xavi Simons dengan sikunya.
Meskipun menutup pertemuan ini dengan 10 pemain, PSG tetap meninggalkan lapangan dengan senyum lebar, usai mempertahankan keunggulannya dalam sebuah laga sengit dimana mereka sempat tertinggal dua kali.

Figur yang memainkan peran terbesar dalam kemenangan Les Rouge et Bleu adalah Vitinha yang dinobatkan sebagai Player of the Match berkat penampilan cemerlangnya dalam pertemuan ini
“Kami menunjukkan banyak kepribadian untuk bangkit dua kali. Kami sangat senang dengan kemampuan untuk bangkit kembali. Saya mengucapkan selamat kepada tim atas upaya itu karena Tottenham adalah tim yang tangguh, dan kami tidak menyerah.” ujar Vitinha, dilansir dari UEFA.
Mengenai penampilannya, Vitinha menyatakan bahwa ia “tidak pernah menyangka bisa mencetak hattrick di Champions League.”
Kini, PSG kembali mengalihkan perhatiannya untuk mempertahankan takhtanya di puncak klasemen Ligue 1.
Dalam laga selanjutnya, PSG akan berkunjung ke Stade Louis II, dimana mereka telah dinantikan oleh AS Monaco. (VT)
Baca juga :





