Pertukaran Tahanan Massal Israel-Palestina,Trump: ‘Doa Jutaan Orang Terjawab’

Harapan 'Era Perdamaian' Abadi di Gaza Dipertaruhkan di KTT Sharm el-Sheikh

SHARM EL-SHEIKH, Mesir – Moment sukacita menyelimuti warga Israel dan Palestina pada setelah Hamas membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup di Gaza.

Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran dengan hampir 2.000 tahanan Palestina, bertepatan dengan momen para pemimpin dunia berkumpul di Mesir untuk memastikan gencatan senjata terbatas ini berlanjut menjadi perdamaian abadi.

Momen mengharukan ini terjadi di tengah pertemuan KTT yang dihadiri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan optimisme tinggi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di KTT Perdamaian – Foto : Dok. AP News

“Doa jutaan orang akhirnya terkabul,” tegas Trump di KTT perdamaian, didampingi para pemimpin negara lain. Akhirnya, kita memiliki kedamaian di Timur Tengah.”

Presiden Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, menyerukan agar gencatan senjata di Gaza dapat mengantar pada era baru di Timur Tengah.

“Biarkan perang Gaza menjadi perang terakhir di kawasan ini,” ujar Sisi, di tengah kecemasan meluas tentang seberapa lama gencatan senjata saat ini akan bertahan.

Pelepasan Sandera dan Perayaan Tahanan

Di Tel Aviv, sekitar 65.000 warga Israel memadati “Hostages Square” dan bersorak riang saat helikopter militer membawa 20 warga Israel yang dibebaskan terbang melintas menuju rumah sakit terdekat.

Rekaman langsung reuni keluarga mereka disiarkan di layar-layar besar di alun-alun, yang telah menjadi pusat kampanye nasional sejak 250 warga Israel diculik pada 7 Oktober 2023.

Namun, kegembiraan ini dibayangi dengan kabar pilu: jenazah empat sandera yang juga diserahkan oleh Hamas telah dibawa kembali ke Israel.

Pembebasan Warga Israel Yang di sandera – Foto : Dok. AP News

Di sisi lain, kerumunan besar juga berkumpul di kota Khan Younis, Gaza selatan, untuk merayakan kembalinya hampir 1.700 warga Palestina yang ditahan selama perang.

Di Ramallah, Tepi Barat, warga menyambut kedatangan 88 tahanan yang telah menjalani hukuman seumur hidup oleh pengadilan Israel.

Setidaknya satu di antaranya telah dipenjara selama 24 tahun.

‘Bantuan Penyelamat Nyawa’ dan Proposal 20 Poin Trump

Gencatan senjata tampaknya bertahan di Gaza setelah operasi militer Israel selama dua tahun yang menewaskan hampir 68.000 orang.

Namun, 2,1 juta warga Palestina yang selamat masih menghadapi krisis kemanusiaan yang mendalam dan kompleks di wilayah pesisir yang tertutup, dengan sebagian besar rumah hancur dan kekurangan pasokan kemanusiaan selama berbulan-bulan.

Tom Fletcher, Kepala cabang bantuan kemanusiaan PBB (OCHA), bantuan mulai berdatangan. “Jutaan warga Palestina mengandalkan bantuan penyelamat nyawa (lifesaving aid) yang masuk dalam skala besar. Kita harus mewujudkannya,” ujar Fletcher saat menghadiri KTT perdamaian di Sharm el-Sheikh.

Israel telah memberikan izin keamanan untuk 190.000 metrik ton pasokan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan.

Dalam upayanya, Donald Trump, yang memediasi gencatan senjata pekan lalu, tiba di resor Laut Merah setelah kunjungan singkat ke Israel.

Ia menandatangani deklarasi bersama dengan para pemimpin Mesir, Qatar, dan Turki untuk mengubah gencatan senjata menjadi rencana perdamaian yang komprehensif, berdasarkan Proposal 20 Poin miliknya.

Para KPimpinan Negara Sepakati 20 Point Trump – Foto : Dok. AP News

“Dokumen tersebut menetapkan serangkaian aturan dan regulasi serta sangat komprehensif,” kata Presiden AS.

Proposal ini mencakup pelucutan senjata Hamas dan pengerahan pasukan stabilisasi di bawah komite teknokrat Palestina yang diawasi oleh “dewan perdamaian” yang diketuai oleh Presiden AS sebuah tugas yang sangat menantang.

Kisah Para Tahanan yang Kehilangan Segalanya

Di luar kerumunan yang menyambut di Khan Younis, respons di seluruh Gaza terhadap pembebasan massal tahanan diredam oleh kondisi putus asa dan kekhawatiran apakah gencatan senjata akan bertahan.

Beberapa tahanan kembali untuk bertemu dengan anak-anak yang lahir saat mereka ditawan.

Namun, yang lain kembali dan mengetahui bahwa kerabat mereka telah terbunuh dalam konflik tersebut. Haitham Salem, salah satu tahanan yang dibebaskan, mengetahui bahwa istri dan anak-anaknya tewas, menjadikannya satu-satunya yang selamat dari keluarga intinya. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *