Washington AS – Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah penerbangan AS, Pemerintah Federal mengumumkan pemotongan 10% lalu lintas penerbangan di 40 titik bandara vital.
Kebijakan drastis ini mulai berlaku, kecuali shutdown pemerintah yang kini memecahkan rekor terpanjang segera diakhiri.
Pengumuman mendesak ini disampaikan langsung oleh Menteri Transportasi, Sean Duffy, bersama Administrator FAA, Bryan Bedford.
Dilansir dari BBC News, pengurangan lalu lintas ini adalah satu-satunya cara untuk meredakan tekanan ekstrem yang dialami petugas pengontrol lalu lintas udara (ATC), yang bekerja tanpa gaji sejak shutdown dimulai.

“Kami melihat tekanan menumpuk sedemikian rupa sehingga kami merasa, jika kami membiarkannya tidak terkendali, tidak akan memungkinkan kami untuk terus mengatakan kepada publik bahwa kami mengoperasikan sistem maskapai penerbangan teraman di dunia,” tegas Bedford.
Ancaman Kelelahan dan Gaji Nol
Krisis ini berakar dari shutdown yang telah memasuki hari ke-36, menyebabkan ribuan pekerja penting termasuk ATC bekerja tanpa kompensasi finansial.
Administrasi melaporkan kekurangan hingga 3.000 petugas ATC, dengan setidaknya 11.000 lainnya menerima upah ‘nol besar’ (nol) pada gaji dua minggu lalu. Duffy menyoroti dampak kemanusiaan dari krisis ini.
“Banyak dari karyawan ini, mereka adalah kepala rumah tangga. Ketika mereka kehilangan pendapatan, mereka dihadapkan pada kesulitan di dunia nyata tentang bagaimana mereka membayar tagihan mereka,” jelasnya kepada BBC News.
FAA kini bergegas mencari solusi jangka pendek, termasuk menawarkan bonus tunai kepada ATC yang pensiun agar mau memperpanjang masa tugas, serta meningkatkan rekrutmen.
Meskipun lalu lintas udara dilaporkan masih aman, langkah pemotongan 10% ini menjadi pengakuan terang-terangan bahwa sistem penerbangan AS mendekati titik genting.
Bedford mengakui situasi ini adalah “wilayah baru” bagi industri tersebut, mengingat skala operasi FAA yang menangani lebih dari 44.000 penerbangan dan 3 juta penumpang per hari.
Pertemuan darurat dengan perwakilan maskapai penerbangan akan segera digelar, untuk menentukan bagaimana implementasi pemotongan ini akan dilakukan tanpa memicu chaos atau ketidakadilan distribusi rute.(YA)





