Basra, Irak – Dalam leg kedua di ronde kelima kualifikasi Piala Dunia 2026, yang digelar pada Selasa (18/11/25), Irak berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Uni Emirat Arab.
Uni Emirat Arab sempat memulai pertemuan ini dengan sebuah ancaman dini, namun dalam seluruh jalan babak pertama ini, kedua kubu jarang menciptakan peluang yang membawa ancaman bagi lawannya.
Irak dan Uni Emirat Arab memasuki jeda turun minum dengan skor imbang kacamata. Namun, dalam babak kedua, aksi seru akhirnya terjadi di tengah lapangan.
- Uni Emirat Arab memecahkan kebuntuan pada menit 52. Pertahanan Irak langsung panik ketika Yahia Nader menerjang dari tengah lapangan.
- Memanfaatkan kelengahan tim tuan rumah, Nader lalu menyajikan umpan matang kepada Caio Lucas, yang tidak memiliki masalah dalam memandu bola melewati halauan Jalal Hassan.
Uni Emirat Arab terus menekan Irak dan hampir saja menggandakan keunggulan mereka. Meskipun demikian, sang tuan rumah masih belum patah semangat.
- Pada menit 66, balasan Irak akhirnya tiba. Dari bagian sayap kiri, Amir Al Ammari mengirim sebuah tendangan bebas yang dituntaskan dengan sempurna oleh sundulan Mohanad Ali.
Gol tersebut menjadi suntikan motivasi bagi Irak, yang mulai mengancam tamu mereka. Ali, yang menyamakan kedudukan bagi Irak, memiliki dua peluang emas yang sayangnya gagal tuntas menjadi gol.
Namun, Ali memainkan sebuah peran penting dalam momen dramatis Irak pada waktu tambahan.
- Pada menit 90+14, sundulan Ali menyenggol tangan Yahia Nader. Usai tinjau VAR yang mengkonfirmasi insiden handball tersebut, Irak mendapatkan hadiah penalti.
- Tugas tersebut dipercayakan kepada Amir Al Ammari. Dengan nada dingin, ia berhasil menaklukkan Khalid Eisa dan menjadi pahlawan Irak dalam pertemuan ini.
Dengan kemenangan ini, agregat menunjukkan keunggulan skor 3-2 bagi Irak. Hasil ini mengirim Irak menuju babak play-off antar benua, dimana mereka akan mendapatkan kesempatan terakhir untuk mengamankan tiket Piala Dunia 2026.

“Kita kini tinggal selangkah lagi untuk lolos ke putaran final Piala Dunia,” ucap pelatih Irak, Graham Arnold, dikutip dari AFC.
“Mulai hari ini, kita harus membangun tim yang mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.” Arnold menekankan dalam jumpa pers pasca pertandingan, dimana ia kemudian didatangi oleh para pemainnya yang merayakan kemenangan mereka.
Dalam seluruh sejarahnya, Irak hanya berpartisipasi dalam satu edisi Piala Dunia, pada 1986 lalu.
Lantas, seluruh pemain Irak menantikan babak play-off, yang akan digelar pada Maret mendatang, dengan antisipasi tinggi untuk mengerahkan seluruh kemampuannya demi mengukir sejarah baru. (VT)
Baca juga :





