New Delhi, India – Penggantian kepemimpinan strategis terjadi di Apple. Raksasa teknologi itu menunjuk veteran riset kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Amar Subramanya, sebagai Wakil Presiden (VP) AI yang baru.
Penunjukan ini membawa misi mendesak, yaitu mengakselerasi pengembangan AI Apple yang dinilai tertinggal dari para pesaingnya.
Subramanya menggantikan John Giannandrea, sosok kunci di bidang AI Apple, yang kini akan menjabat sebagai penasihat hingga pensiun pada musim semi tahun depan.
Pentingnya Perubahan Kepemimpinan
Dilansir dari India News, keputusan ini datang di tengah tekanan pasar yang menyoroti lambatnya Apple dalam mengintegrasikan fitur-fitur AI generatif ke dalam produk-produknya.
Rival seperti Samsung Electronics telah lebih dulu menghadirkan fitur AI canggih di perangkat terbarunya.
- Pembaruan Lambat: Apple dikritik karena minimnya fitur AI baru dibandingkan para pesaingnya.
- Penundaan Siri: Peningkatan AI untuk asisten suara Siri dilaporkan akan ditunda hingga tahun 2026.
- Mencari Kepercayaan: Terdapat laporan CEO Apple, Tim Cook, mulai kehilangan kepercayaan pada kemampuan Giannandrea untuk mengeksekusi pengembangan produk AI secara tepat waktu.
Subramanya akan memimpin bidang krusial, termasuk model dasar Apple (Apple Foundation Models) dan riset Machine Learning (ML), serta akan melapor langsung kepada kepala perangkat lunak, Craig Federighi.
Pendidikan & Jejak Karier
Subramanya bukanlah pemain baru di dunia AI. Ia adalah peneliti terkemuka dengan latar belakang akademis dan industri yang kuat, mengkhususkan diri pada pembelajaran mesin dan pengenalan ucapan.
- Latar Belakang Akademis: Ia meraih gelar PhD dari University of Washington, Seattle. Risetnya berfokus pada pengembangan algoritma pembelajaran semi-terawasi untuk pengenalan ucapan dan aktivitas manusia.
- Awal Karier Riset: Selama studi pascasarjana, ia bekerja di Microsoft Research. Ia menerima Microsoft Research Graduate Fellowship pada tahun 2007.
- Pemimpin Industri: Karier industri Subramanya didominasi oleh dua raksasa teknologi. Ia menghabiskan 16 tahun di Google, di mana ia menjabat sebagai VP Teknik yang memimpin proyek AI mutakhir, Gemini. Sebelum ke Apple, ia adalah Corporate Vice President AI di Microsoft.
Penunjukan Subramanya dilakukan di tengah upaya keras Apple untuk menghasilkan fitur AI yang berdampak. Ekspektasi pasar sangat tinggi terhadap kemampuan Subramanya untuk menyuntikkan inovasi yang hilang.
Apple telah mengumumkan bahwa Subramanya akan memimpin area-area krusial, meliputi:
- Apple Foundation Models: Model dasar AI yang menjadi fondasi fitur-fitur AI perusahaan.
- ML Research: Riset dan pengembangan Machine Learning mendalam.
- AI Safety and Evaluation: Memastikan keamanan dan evaluasi yang ketat terhadap teknologi AI yang dikembangkan. (YA)





