Yorkshire, Inggris – Rekor tak terkalahkan Chelsea yang membentang selama 7 laga di semua kompetisi, harus berakhir pahit setelah dibungkam Leeds United dengan skor 1-3 di Elland Road pada Rabu (03/12/25) malam.
The Blues yang baru saja meraih hasil impresif, kesulitan total menghadapi pendekatan fisik dan permainan direct yang diusung Leeds.
Kekalahan dipastikan lewat gol cepat Jaka Bijol dan tembakan Ao Tanaka, meski sempat dibalas oleh Pedro Neto di babak kedua.
Keropos di Awal, Gagal Adaptasi
Suasana sengit di Elland Road, yang dihidupkan kembali oleh rivalitas bersejarah, tampaknya terlalu berat bagi Chelsea.
Maresca membuat lima perubahan dari starting XI yang menahan imbang Arsenal, tetapi perubahan ini gagal memberikan stabilitas. Sejak menit awal, Leeds mendominasi duel fisik dan bola kedua.
- Menit ke-6: Tuan rumah memimpin melalui sundulan bertenaga Jaka Bijol dari situasi tendangan sudut, memanfaatkan marking yang longgar.
- Menit ke-44: Keunggulan diperlebar sebelum jeda ketika Ao Tanaka melepaskan tembakan rendah dari luar kotak penalti, membuat kiper Robert Sanchez tak berdaya dan skor 2-0 untuk Leeds bertahan hingga jeda.
Sentuhan Magis Pemain Pengganti
Berupaya membalikkan keadaan, Maresca melakukan pergantian ganda, memasukkan Malo Gusto dan Pedro Neto. Efeknya terasa instan. Di awal babak kedua, The Blues berhasil menipiskan defisit.
- Pedro Neto bekerja sama dengan Jamie Gittens di sayap, mencetak gol dari jarak dekat dan memberikan momentum yang singkat bagi Chelsea.
- Momen ini diperkuat dengan kembalinya Cole Palmer dari cedera, penampilan pertamanya sejak September—yang dimasukkan bersama Alejandro Garnacho. Palmer dan Garnacho langsung menunjukkan link-up yang menjanjikan, namun upaya Palmer masih melebar tipis.
Sayangnya, Leeds menolak untuk membiarkan momentum berbalik. Mereka kembali menghukum pertahanan Chelsea yang gugup dan tidak terorganisir. Gol ketiga Leeds adalah cerminan kegigihan mereka di duel lini tengah.

- Setelah bola direbut di tepi kotak penalti Chelsea, Robert Sanchez melakukan penyelamatan berani, tetapi bola terlepas.
- Dominic Calvert-Lewin dengan cepat menyambar bola lepas tersebut untuk mencetak gol ketiga di menit 75, dan langsung membunuh permainan The Blues.
Pelajaran Pahit & Kebutuhan Reset
Usai laga, Pelatih Chelsea, Enzo Maresca secara blak-blakan menyoroti penurunan level performa timnya dibandingkan pertandingan melawan Barcelona dan Arsenal. Ia menyalahkan kelelahan dan rotasi pemain.
“Jika kita tidak tampil 100 persen, Premier League itu sulit.” Maresca juga mengakui bahwa timnya “kalah kelas” dari Leeds yang memainkan sepakbola intens.
“Mereka lebih baik dari kami dalam semua aspek, dan mereka pantas memenangkan pertandingan,” ujar Maresca dikutip dari Situs Resmi Chelsea.
Kekalahan di Elland Road adalah pengingat yang kejam bagi Chelsea mengenai realitas keras Premier League, bahwa performa yang fantastis di satu pertandingan tidak menjamin hasil di pertandingan berikutnya, terutama saat menghadapi tekanan fisik lawan.
Setelah 7 pertandingan tanpa kalah, Maresca kini memiliki tugas berat, yaitu menghilangkan kepahitan dari “laga yang buruk” ini, memahami di mana letak kesalahan dalam duel & penguasaan bola, serta segera melakukan reset.
Fokus harus segera dialihkan ke perjalanan tandang akhir pekan melawan Bournemouth, dan laga krusial Liga Champions melawan Atalanta. (*)
Hasil lainnya Liga Inggris :
- Aston Villa vs Brighton: 4-3
- Burnley vs Crystal Palace: 0-1
- Nottingham Forest vs Wolverhampton: 1-0
Baca juga :





