Turin, Italia – Juventus mencatat sebuah kenangan manis pada Selasa (13/01/26), ketika mereka didatangi oleh Cremonese.
I Bianconeri, yang memiliki kesempatan untuk memperkuat posisinya di papan atas klasemen setelah saingan terdekatnya kehilangan poin, tidak menunjukkan satupun belas kasihan kepada pihak tamu.
Dengan sebuah penampilan bintang lima, Juventus menghancurkan Cremonese dengan skor telak 5-0.
Tanpa membuang waktu, Juventus menyambut tamu mereka dengan dua gol beruntun, yang diukir dalam rentang waktu sekilas pada periode awal laga.
- Menit 12: Emil Audero terkecoh setelah tendangan voli Fabio Miretti dari jarak jauh dibelokkan oleh kepala Gleison Bremer. Lantas, sang kiper hanya bisa terdiam menyaksikan bola yang berganti arah menuju dalam gawangnya.
- Menit 15: Tidak lama kemudian, Juventus langsung menggandakan keunggulannya, melalui sebuah serangan balik yang dituntaskan oleh penyelesaian nada dingin Jonathan David.
Sebuah pembukaan yang sangat sempurna bagi sang tuan rumah, dan pertanda buruk bahwa kunjungan Cremonese akan berakhir dengan pahit.
Apabila kedua gol tersebut masih belum cukup untuk mempermalukan sang tamu, penderitaan Cremonese semakin bertambah ketika keputusan penalti mereka dibatalkan oleh VAR.
Kepahitan Cremonese tidak berhenti sampai disitu. Tidak lama setelah setengah jam waktu pertandingan, Juventus sendiri diberikan kesempatan untuk melebarkan jarak skornya dari titik putih, berkat handball Federico Baschirotto.
- Menit 35: Bintang muda Bianconeri, Kenan Yildiz, dipercayakan dengan tugas penalti tersebut. Audero awalnya berhasil menolak tendangan Yildiz, namun sayangnya, kiper timnas Indonesia tersebut tidak memiliki kesempatan untuk menghentikan tembakan kedua Yildiz.
Dengan I Bianconeri yang kini unggul dengan tiga gol pada masa waktu istirahat, kesempatan Cremonese untuk membawa pulang kemenangan terlihat sangat minim.
Lantas, hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, Cremonese sendiri mengunci nasib pahitnya setelah mereka menghadiahkan Juventus dengan gol keempatnya.
- Menit 48: Weston McKennie berlari melewati Audero dan melepaskan sebuah tembakan sederhana ke arah gawang kosong.
- Matteo Bianchetti sempat mencegat bola tersebut, namun sayangnya, sapuan Bianchetti secara tidak sengaja dipantulkan ke dalam gawang oleh rekannya sendiri, Filippo Terracciano.
Kesalahan fatal tersebut menjadi paku terakhir di peti mati Cremonese, yang kini hanya sekedar menunggu bunyi peluit akhir pertandingan.

Disisi lain, Juventus bermain dengan penuh kepercayaan diri dan jelas sudah tidak sabar untuk merayakan kemenangannya. I Bianconeri tidak perlu khawatir dalam sisa waktu pertandingan, tetapi, meskipun demikian, tim tuan rumah tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk mengukir gol nomor lima dalam laga ini.
- Menit 64: Usai memicu ‘gol’ sebelumnya, McKennie akhirnya mencantumkan namanya di papan skor. Pierre Kalulu mengirim sebuah umpan cantik yang kemudian disambar oleh sundulan matang McKennie.
Meskipun masih memiliki waktu yang cukup banyak untuk terus melebarkan hitungan skornya, Juventus menutup malam sempurnanya tanpa catatan baru dalam papan skor.
Sebuah pernyataan luar biasa dari Juventus, yang untuk pertama kalinya sejak 2018 lalu, sukses mencetak lima gol dalam sebuah pertandingan Serie A.
Dengan hasil manis tersebut, Juventus melanjutkan momentum emasnya, dimana mereka mencatat enam kemenangan dan satu hasil seri dalam tujuh pertandingan terakhirnya di seluruh kompetisi.
Dan tentunya, berkat tiga poin yang dikantongi dari laga ini, Juventus tetap bertahan di posisi ketiga klasemen Serie A, tepat di belakang Milan dengan selisih tipis satu poin.
“Kami senang dengan kemenangan kami malam ini. Sangat penting bagi para pemain untuk memahami bahwa mereka memainkan peran penting, terutama dalam pertandingan yang penuh dengan pertarungan pribadi.” ujar pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dalam jumpa pers pasca pertandingan.
Dilansir dari situs resmi Juventus, ia menambahkan: “Kami telah membuat kemajuan dan kami ingin menjadi tim yang dapat bermain terbuka melawan siapa pun, itu harus menjadi hal yang alami bagi kami. Itulah sejarah klub ini, semua klub yang telah ada sebelum kami di sini.”
Laga berikutnya di panggung Serie A membawa pasukan Bianconeri menuju stadion Unipol Domus, dimana mereka akan menantang Cagliari. (VT)
Hasil Lainnya Serie A
- Lecce 1-2 Parma
- Hellas Verona 0-1 Lazio
- Genoa 3-0 Cagliari
Baca juga :





