London, Inggris – Dalam leg pertama babak semifinal Piala EFL, yang dijalankan pada Kamis (15/01/26), stadion Stamford Bridge menjadi panggung laga Derby London, yang mempertemukan dua raksasa ibukota, Chelsea dan Arsenal.
Dengan kursi di final Piala EFL yang menjadi pertaruhan bagi kedua kubu tersebut, kontes kali ini jelas berjalan dengan cukup sengit.
Chelsea hampir mengejar rivalnya, yang tidak membuang waktu untuk merebut keunggulan skor sejak menit-menit pembukaan laga. Tetapi pada akhirnya, Arsenal tetap berjaya kandang The Blues, dengan skor ketat 3-2.
Situasi bola mati kembali menjadi senjata mematikan Arsenal, yang langsung merebut keunggulan dini di papan skor pada periode awal pertandingan.
- 7’: Untuk kesekian kalinya pada musim ini, Declan Rice menyajikan tendangan sudut penuh presisi menuju kerumunan pemain di depan gawang, dimana kali ini, Ben White siap menuntaskan umpan tersebut dengan sebuah sundulan matang.
Sepanjang babak pertama, kontes antara kedua kubu tersebut berjalan dengan ketat. Chelsea tidak membuang waktu untuk memberikan tanggapannya, namun disaat yang bersamaan, para pendatang berseragam merah masih mengancam melalui situasi bola mati.
Namun, baik The Blues maupun The Gunners pada akhirnya memasuki jeda turun minum tanpa mengukir catatan baru di papan skor.

Arsenal, yang masih lapar gol, langsung tancap gas ketika pertandingan kembali berjalan dan dalam waktu sekilas, berhasil menggandakan keunggulannya.
- 49’: Umpan silang Ben White berhasil menyelip melewati tangan kiper Robert Sanchez dan diselesaikan dari jarak dekat oleh Viktor Gyokeres.
Kehadiran Arsenal di tengah lapangan menjadi semakin kuat berkat gol tersebut. Akan tetapi, tidak lama sebelum satu jam pertandingan, Chelsea berhasil memperkecil ketertinggalannya di papan skor.
- 57’: Pedro Neto menyajikan sebuah umpan lambung dari tepi kanan kotak penalti yang diterima oleh Alejandro Garnacho.
- Dengan penuh ketenangan, Garnacho mengendalikan bola dan kemudian melepaskan tendangan ampuh yang menyelip ke dalam gawang Arsenal.
Gol tersebut menjadi sumber harapan bagi Chelsea, yang kini meningkatkan upayanya untuk menyamakan keadaan. The Blues mulai bermain tegas di bagian depan, akan tetapi, Arsenal merespons dengan memanggil Mikel Merino dan Gabriel Martinelli dari bangku cadangan.
Keputusan tersebut terbukti menjadi pilihan yang tepat bagi The Gunners, ketika Merino terlibat dalam kerja sama manis yang berakhir dengan gol ketiga mereka dalam laga ini.
- 71’: Bukayo Saka mengalihkan bola kepada Merino, yang kemudian mengirim sebuah umpan tajam kepada Gyokeres.
- Gyokeres lalu meneruskan bola kepada Martin Zubimendi, yang bergerak di depan halangan Chelsea dan kemudian melepaskan sebua tembakan jitu yang melintas di luar jangkauan Sanchez.
Arsenal, yang kini kembali unggul dengan dua gol, seharusnya tidak memiliki kekhawatiran pada masa penghujung laga ini. Akan tetapi, sang tuan rumah masih belum patah semangat, dan tanpa terduga, Chelsea kembali menempatkan dirinya tepat di belakang para pendatang.
- 83’: The Gunners mencicipi obatnya sendiri setelah tendangan sudut Chelsea, yang gagal ditangani dengan sempurna oleh barisan pertahanan, dihantam ke dalam gawang oleh tendangan voli Garnacho.
Harapan Chelsea untuk menyelamatkan diri dari ketertinggalan kembali menyala. Namun, pada masa penutupan ini, Arsenal selalu menjaga kewaspadaannya dan tidak menyisakan satupun ruang bagi Chelsea untuk menciptakan sebuah peluang.
Lantas, hingga bunyi peluit akhir, Arsenal menjaga keunggulan tipisnya. Usai berhadapan dengan salah satu rival sekotanya, yang selama ini memberikan perlawanan tangguh, The Gunners kini hanya perlu mengambil satu langkah terakhir untuk memastikan kehadirannya di ajang final Piala EFL.
Penampilan Arsenal, yang dalam sebagian besar jalan laga menguasai lapangan, mengundang pujian dari sang pelatih, Mikel Arteta.
“Saya harus memuji para pemain atas penampilan mereka dalam pertandingan yang baru saja kami mainkan melawan lawan yang sangat bagus.” ucap Arteta, sebagaimana dikutip dari situs resmi Arsenal.
Disisi lain, meskipun timnya menelan kekalahan pahit di hadapan pendukung setianya, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, tetap menyatakan perasaan bangganya kepada penampilan skuadnya.
“”Saya bangga dengan keberanian para pemain untuk mencoba menjalankan aspek-aspek tertentu dari apa yang telah saya minta,” ujar Rosenior, dilansir dari situs resmi Chelsea.
“Saya sudah berada di sini selama enam hari dan kami sudah memainkan dua pertandingan (dalam waktu itu). Saya tidak meminta waktu karena saya pikir tim ini cukup bagus untuk menang sekarang, tetapi saya juga perlu memberikan pengaruh saya pada tim.”
Kedua tim harus menunggu hingga Februari mendatang untuk menentukan siapa yang akan memegang tiket final Piala EFL.
Sementara itu, selagi menunggu leg kedua tersebut, Chelsea dan Arsenal melanjutkan tugasnya di Premier League.
Chelsea kembali mempersiapkan Stamford Bridge, kali ini untuk menerima kedatangan Brentford. Hampir di saat yang bersamaan, Arsenal akan menjalani pertemuannya dengan Nottingham Forest. (VT)
Baca juga :





