Stasiun Jatake BSD City, Jadi Bukti Swasta dan BUMN Bisa Kompak

Diplomasi Tanpa APBN: Kiblat Baru Transportasi Modern Kerjasama PT BSD & PT KAI

Kab. Tangerang – Di tengah tantangan pembiayaan infrastruktur nasional, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membawa kabar segar dari jalur kereta lintas Tanah Abang – Rangkasbitung.

Pada peresmian Stasiun Kereta Jatake di Kabupaten Tangerang, Banten, terlihat sebuah infrastruktur megah yang berdiri tegak tanpa menyedot satu rupiah pun dari dana APBN.

Kehadiran stasiun ini bukan sekadar peresmian bangunan fisik, melainkan simbol keberhasilan skema pembiayaan kreatif (creative financing) antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Bumi Serpong Damai (Sinar Mas Land).

Ini adalah manifestasi dari kebijakan nasional yang mengedepankan kolaborasi adaptif, untuk mendukung mobilitas kaum urban di kawasan penyangga seperti BSD City dan sekitarnya.

Dekonsentrasi Penumpang & Efisiensi Karbon

Pembangunan Stasiun Jatake didasari perhitungan matang, untuk memecah kepadatan di titik-titik jenuh. Selama ini, Stasiun Rawabuntu dan Cisauk memikul beban penumpang yang luar biasa setiap harinya.

Dengan kapasitas mencapai 20.000 penumpang per hari, Stasiun Jatake hadir sebagai katup pelepas tekanan (pressure relief) bagi mobilitas warga Tangerang.

“Peresmian ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan transportasi nasional yang semakin kolaboratif dan berorientasi pada keberlanjutan. Stasiun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh,” ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di sela-sela peninjauan fasilitas stasiun seluas 3.198 m2 tersebut.

Menghubungkan Talenta ke Pusat Inovasi

Foto: Dok. Kemenhub

Menariknya, lokasi Stasiun Jatake yang sangat dekat dengan kawasan Digital Hub, BSD City memberikan dimensi baru bagi ekosistem digital di Indonesia.

Infrastruktur ini memastikan para talenta digital dan pelaku startup memiliki akses transportasi publik yang teratur dan efisien.

Ditemui usai acara peresmian Stasiun Jatake, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap melihat Stasiun Jatake sebagai potongan puzzle penting bagi visi “Silicon Valley” Indonesia.

“Stasiun Jatake adalah salah satu gerbang fisik yang menghubungkan talenta digital menuju pusat inovasi di Digital Hub, BSD City. Kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan ini membuktikan bahwa ekosistem digital yang tangguh hanya bisa tercipta jika didukung oleh mobilitas yang cerdas, dan kami membangun jalur distribusi pengetahuan serta peluang ekonomi bagi masyarakat luas,” tegas Irawan.

Operasional perjalanan kereta di Stasiun Jatake saat ini memiliki headway (selang waktu kedatangan kereta) antara 5-10 menit. Total frekuensi perjalanan harian yang akan melalui Stasiun Jatake sebanyak 192 perjalanan.

Dengan bangunan modern 3 lantai yang terintegrasi area penunjang kawasan dan layanan yang teratur, pemerintah berharap masyarakat semakin mantap beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal demi mengurangi emisi karbon.

Stasiun Jatake kini telah beroperasi penuh, menawarkan pilihan mobilitas yang terjangkau dan berkualitas. Sebuah warisan kolaborasi yang membuktikan bahwa ketika pemerintah dan swasta bergerak searah, keterbatasan anggaran bukan lagi penghalang untuk membangun negeri. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *