Turin, Italia – Drama sepakbola yang menyesakkan dada terjadi di Allianz Stadium. Juventus berhasil menumbangkan Galatasaray dengan skor 3-2 pada leg kedua babak gugur Liga Champions, Kamis (26/02/26) dinihari.
Namun, kemenangan heroik dengan 10 pemain tersebut tidak cukup menyelamatkan wajah raksasa Italia ini. Skor akhir agregat 5-7 memaksa Bianconeri angkat koper lebih awal dari kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini.
Meskipun harus kehilangan Lloyd Kelly akibat kartu merah di awal babak kedua, pasukan Luciano Spalletti sempat memberikan harapan palsu melalui comeback luar biasa hingga babak perpanjangan waktu.
Sayangnya, dua gol balasan dari tim tamu di menit-menit krusial menjadi “pedang” yang mematikan ambisi Turin malam itu.
Dominasi Total Berujung Sia-Sia
Si Nyonya Tua langsung tancap gas diawal laga. Kenan Yildiz dan Chico Conceicao berulang kali meneror sisi sayap Galatasaray.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-37 ketika Khephren Thuram dijatuhkan di kotak terlarang.
Manuel Locatelli yang maju sebagai algojo sukses mengubah skor menjadi 1-0 dan menghidupkan asa seisi stadion.
Namun, skenario berubah drastis setelah jeda. Kartu merah Lloyd Kelly sempat diprediksi akan meruntuhkan mental Juve. Nyatanya, dengan 10 orang, mereka justru tampil kesetanan.
- Menit 70: Federico Gatti menyambar umpan Pierre Kalulu untuk menggandakan keunggulan.
- Menit 82: Weston McKennie mencetak gol ketiga untuk mengubah skor menjadi 3-0, setelah memanfaatkan umpan cerdik Koopmeiners, dan secara dramatis menyamakan agregat 5-5.
Baca juga : Bukan Sekadar Kalah, Tapi Dipermalukan! Juventus Dibantai Galatasaray 2-5

Tragedi di Babak Tambahan
Laga yang berlanjut ke perpanjangan waktu (extra time) menjadi medan tempur fisik yang melelahkan. Juve nyaris mengunci laga lewat peluang emas Edon Zhegrova, namun bola masih enggan bersarang ke gawang Ugurcan Cakir.
Hukum sepakbola berlaku: siapa yang membuang peluang, dia akan dihukum. Victor Osimhen muncul sebagai mimpi buruk dengan mencetak gol pertama Galatasaray di babak tambahan.
Saat Juventus mencoba menyerang secara total di menit terakhir, Baris Alper Yilmaz justru melepaskan tembakan mematikan yang mengunci skor menjadi 3-2 (Agregat 5-7).
Bagi Si Nyonya Tua, ini adalah kekalahan paling terhormat sekaligus paling menyakitkan musim ini. Mereka menang dalam laga, mendominasi meski kalah jumlah pemain, namun kalah dalam perang agregat.
Performa Kenan Yildiz yang melakukan aksi slalom sensasional hingga ketenangan Locatelli akan diingat fans, meski trofi “Si Kuping Besar” harus kembali menjauh dari genggaman.
Kini, Bianconeri harus segera melupakan duka Eropa dan fokus penuh pada kompetisi domestik.
Perjuangan dalam laga itu membuktikan bahwa mental juara mereka masih ada, namun keberuntungan kali ini sedang berpihak pada sang tamu dari Istanbul. (*)
Baca juga :





