Turin, Italia – Juventus dipaksa gigit jari di hadapan pendukungnya sendiri setelah ditahan imbang 1-1 oleh Sassuolo dalam lanjutan Serie A Matchday 30, Minggu (23/03/26) dinihari.
Meski sempat memimpin lebih dulu melalui gol Kenan Yildiz, armada Bianconeri gagal mengunci kemenangan setelah kiper tim tamu, Arijanet Muric, tampil “kesetanan” dengan menggagalkan serangkaian peluang emas, termasuk sebuah penalti di menit-menit akhir.
Hasil imbang ini menjadi tamparan keras bagi Juventus yang mendominasi jalannya laga, namun gagal menaklukkan efektivitas serangan balik Neroverdi.
Andrea Pinamonti menjadi aktor antagonis bagi tuan rumah, setelah mencetak gol penyama kedudukan yang membuyarkan pesta di Turin.
Awal Gemilang Berakhir Antiklimaks
Laga sebenarnya dimulai dengan naskah yang sempurna bagi Juventus. Sejak peluit pertama, Manuel Locatelli sudah menebar ancaman lewat sundulan jarak dekat.
- Puncaknya, pada menit ke-15, Kenan Yildiz menggetarkan jala gawang Sassuolo setelah menerima umpan manja dari Francisco Conceicao.
- Allianz Stadium pun bergemuruh, seolah kemenangan akan datang dengan mudah malam itu.
- Namun, kegemilangan itu perlahan berubah menjadi rasa frustrasi. Khephren Thuram dan Lloyd Kelly berulang kali merangsek ke area terlarang, tetapi setiap upaya mereka selalu membentur ketangguhan Muric.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, memberikan rasa aman semu bagi anak asuh Luciano Spalletti.
Kebangkitan Neroverdi & Petaka Penalti
Memasuki babak kedua, Sassuolo tidak butuh waktu lama untuk merusak rencana Juventus. Baru tujuh menit berjalan, Andrea Pinamonti menyelinap di antara pertahanan Juventus dan menyamakan skor menjadi 1-1.
Sejak saat itu, laga berubah menjadi drama “satu gawang” melawan Arijanet Muric. Momen paling menyesakkan terjadi lima menit sebelum waktu normal usai.

Intervensi VAR mengonfirmasi handball di kotak terlarang Sassuolo. Manuel Locatelli maju sebagai algojo, namun tendangannya dibaca dengan sempurna oleh Muric.
Bahkan di menit ke-90, Muric masih sanggup menepis tembakan jarak dekat Arek Milik, memastikan Juventus hanya bisa berbagi satu poin di kandang sendiri.
Setelah pertandingan, kekecewaan mendalam tak bisa disembunyikan dari kubu Juventus. Pelatih dan pemain menyadari bahwa hasil ini adalah kerugian besar di tengah persaingan ketat klasemen.
“Kami punya banyak peluang, anak-anak menciptakan banyak hal. Laga ini tidak mudah karena Sassuolo tahu cara bermain. Di babak kedua pergerakan bola terlalu lambat,” ungkap Luciano Spalletti, Pelatih Juventus dikutip dari JFC.
“Kami benar-benar kecewa karena kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini. Kami gagal menemukan gol kedua. Kami harus memperbaiki hal ini,” ujar Francisco Conceicao, Gelandang Juventus.
Hasil imbang ini membuktikan bahwa dominasi statistik tidak selalu menjamin kemenangan, jika bertemu dengan kiper yang sedang berada di puncak performanya.
Juventus kini harus segera berbenah, karena setiap poin yang hilang di fase ini bisa menjadi penentu di akhir musim nanti.
Hasil Lainnya Serie A :
- Genoa vs Udinese: 0-2
- Parma Calcio vs Cremonese: 0-2
Baca juga :





