Lampung – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pergerakan masyarakat pada masa arus balik Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 di lintasan penyeberangan Sumatra menuju Jawa berjalan lancar dan terkendali.
Dalam tinjauan langsung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Sabtu (28/03/26), Menhub mencatat bahwa lebih dari separuh pemudik telah kembali ke perantauan dengan selamat.
Sinergi antara pemerintah, ASDP, dan Kepolisian menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan penumpang selama masa krusial ini.
60% Pemudik Sudah Kembali ke Jawa
Berdasarkan data terbaru dari Posko Angkutan Lebaran PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Bakauheni, arus balik menunjukkan tren yang positif.
Sejak 22 Maret hingga Sabtu siang, tercatat sebanyak 543.440 orang atau sekitar 60% dari total pemudik yang menyeberang ke Sumatera pada masa mudik, telah kembali ke Pulau Jawa.
Kondisi serupa terlihat pada volume kendaraan. Sebanyak 144.039 unit kendaraan telah melakukan perjalanan balik, menyisakan sekitar 40% sisa pergerakan yang diprediksi akan terurai secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.
Menhub Dudy optimistis sisa pemudik tersebut akan tetap terlayani dengan baik, berkat kesiapan petugas di lapangan.
- Sinergi Stakeholder: Kolaborasi intensif antara Kemenhub, ASDP, dan Polri dalam mengatur lalu lintas pelabuhan.
- Prioritas Keselamatan: Penekanan pada aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan di setiap armada kapal.
- Kesiapan Jalur Alternatif: Pengaturan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dengan penyediaan buffer zone untuk mencegah penumpukan.
Antisipasi Kepadatan di Ketapang-Gilimanuk
Selain fokus di Sumatra, Menhub Dudy juga memberikan atensi khusus pada Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Mengingat masih ada 51% pemudik yang belum kembali ke Pulau Bali, sejumlah langkah taktis telah disiapkan untuk mencegah kemacetan panjang di ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Beberapa strategi yang disiapkan antara lain percepatan aktivasi TBB (Tiba – Bongkar – Berangkat), penyiapan kapal tambahan, serta optimalisasi zona penyangga (buffer zone).
Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan secara signifikan dalam waktu dua hari ke depan, sehingga mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Senada dengan Menhub, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang turut meninjau lokasi menyatakan bahwa fase puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni telah terlewati dengan sukses.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kepatuhan pemudik dalam merencanakan jadwal perjalanan mereka.
“Mudah-mudahan ini semua bisa terus kita jaga sehingga semua masyarakat yang melaksanakan mudik dan balik bisa menikmati perjalanannya dan sampai di rumah masing-masing dengan selamat,” ujar Kapolri.
Keberhasilan pengelolaan arus balik di Pelabuhan Bakauheni tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapan infrastruktur, yang dibarengi dengan manajemen lapangan yang lincah dapat memberikan rasa aman bagi jutaan nyawa.
Meski angka statistik menunjukkan puncak telah lewat, kewaspadaan petugas tidak mengendur hingga pemudik terakhir menginjakkan kaki di pelabuhan tujuan. (NR)





