Mimpi Buruk Fabregas: Como Tumbang, Tiket Liga Champions Terancam Melayang!

Serie A: Terpeleset di Mapei 1-2, Sassuolo Redam Ambisi Empat Besar Como

Reggui Emilia, Italia – Di balik kemegahan Mapei Stadium, sebuah drama singkat di akhir babak pertama mengubah segalanya bagi Como.

Ambisi besar untuk mencicipi atmosfer Liga Champions musim depan, harus terbentur tembok kokoh bernama Sassuolo.

Bagi tim tamu, laga itu bukan sekadar kekalahan tiga poin, melainkan sebuah pengingat keras bahwa di kasta tertinggi Italia, setiap kelengahan memiliki harga yang sangat mahal.

Langkah Como menuju empat besar Serie A tertahan setelah dipaksa menyerah 1-2 oleh tuan rumah Sassuolo. Anak asuh Cesc Fabregas gagal memanfaatkan momentum, untuk bisa merangsek ke zona Liga Champions.

Dua gol cepat dari Cristian Volpato dan M’Bala Nzola di penghujung babak pertama, hanya mampu dibalas sekali oleh sundulan Nico Paz.

Kekalahan ini membuat Como tertahan di peringkat kelima klasemen sementara, melewatkan peluang emas untuk menggeser rival di atas mereka sebelum rangkaian pertandingan pekan ke-33 lainnya dimulai.

Drama 105 Detik Menghancurkan

Laga awalnya berjalan cukup tenang meski tuan rumah sempat menebar ancaman lewat Kristian Thorstvedt saat laga baru berjalan 23 detik. Namun, tensi pertandingan meledak secara tak terduga mulai menit ke-42.

  • Cristian Volpato membuka keunggulan Sassuolo dengan teknik tinggi, melambungkan bola melewati Jean Butez.
  • Hanya berselang 105 detik kemudian, M’Bala Nzola menggandakan skor setelah menerima umpan terobosan cerdik dari Armand Lauriente.
  • Como sempat menghidupkan harapan melalui sundulan Nico Paz sesaat sebelum turun minum, namun skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir ditiup.

Hasil itu membuat skuad asuhan Fabio Grosso memenangkan lima dari tujuh laga kandang terakhir mereka di liga. Sementara Como tetap berada di peringkat kelima dan gagal masuk ke zona empat besar (Liga Champions).

Como vs Sassuolo – Foto: Dok. Como

Meski timnya kalah, gelandang muda Nico Paz kembali membuktikan mengapa ia menjadi salah satu pemain paling diperhatikan di Serie A musim ini.

Paz tercatat sebagai pemain yang paling rajin mengancam gawang lawan dengan total lima tembakan dalam laga ini.

Secara statistik, Paz kini menjadi gelandang satu-satunya di lima liga top Eropa yang mampu mencetak lebih dari lima gol baik di kandang maupun tandang musim ini.

Dengan total 12 gol liga, kerja keras pemain berbakat ini sayangnya belum cukup untuk membawa poin pulang ke Como.

Kekalahan ini menjadi sinyal waspada bagi Cesc Fabregas untuk segera membenahi mentalitas anak asuhnya. Como tidak punya waktu lama untuk meratapi hasil ini karena tantangan besar sudah menanti di depan mata.

Como akan melakoni laga hidup mati di leg kedua semifinal Coppa Italia Frecciarossa melawan Inter Milan.

Membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke final menjadi satu-satunya cara bagi Como untuk mengobati luka kekalahan di liga pekan ini. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *