Bangkok, Thailand – Sinar Mas Land melalui salah satu proyek ambisiusnya, Hiera di BSD City, sukses mengukir prestasi internasional dengan menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Asia Pacific Property Awards 2026–2027 untuk kategori Masterplan Indonesia.
Keberhasilan proyek garapan PT Sinar Mitbana Mas ini diumumkan secara resmi pada seremoni penghargaan yang digelar di Bangkok Marriott Marquis Queen’s Park, Thailand.
Penghargaan internasional tersebut diserahkan langsung oStuart Shield selaku Founder & President International Property Awards dan diterima oleh jajaran direksi, yakni Laurencia Evilyn (Project Director) serta Daisuke Kobayashi (President Director).
Pengakuan global ini sekaligus mengukuhkan posisi BSD City sebagai salah satu kawasan township terencana terbesar dan paling diperhitungkan di Asia Tenggara.
Di tengah laju urbanisasi yang kian padat, merancang sebuah kota bukan lagi sekadar urusan mendirikan dinding-dinding beton yang masif.
Melalui cetak biru Hiera, Sinar Mas Land dan Mitbana Mas berhasil membuktikan bahwa masa depan sebuah kawasan terletak pada keharmonisan ekosistemnya, sebuah ruang di mana mobilitas urban, ketenangan alam, dan kehidupan sosial manusia berbaur tanpa sekat.
Project Director PT Sinar Mitbana Mas, Laurencia Evilyn mengapresiasi kerja keras kolaboratif yang melandasi perencanaan panjang proyek ini.
“Penghargaan ini bukan hanya milik Hiera sebagai proyek, melainkan milik seluruh proses perencanaan panjang yang kami lakukan bersama antara Sinar Mas Land dan Mitbana Mas, untuk menjawab tantangan bagaimana sebuah kawasan dirancang secara menyeluruh, mulai dari tata letak, konektivitas, keseimbangan antara ruang privat dan publik, infrastruktur pendukung, hingga kemampuan kawasan tersebut untuk tumbuh serta berkembang secara berkelanjutan,” ujarLaurencia.
Membedah Ketatnya Penjurian di London
Ajang Asia Pacific Property Awards dikenal luas sebagai mark of excellence di industri real estate global.
Setiap proyek yang berkompetisi harus melewati proses kurasi dan penilaian independen yang sangat ketat oleh panel juri ahli internasional di London, Inggris.
- Kualitas Desain dan Estetika: Mengukur keindahan visual yang fungsional serta tata letak kawasan yang terstruktur.
- Inovasi dan Keberlanjutan: Menilai kemampuan kawasan dalam menerapkan konsep ramah lingkungan yang mampu tumbuh bersama generasi mendatang.
- Relevansi Pasar: Mengevaluasi bagaimana infrastruktur pendukung mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat modern saat ini.

Hiera sendiri berdiri tegak di atas lahan mixed-use seluas 108 hektare di BSD City. Proyek ini dikembangkan oleh PT Sinar Mitbana Mas, yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sinar Mas Land dengan perusahaan joint venture bentukan Mitsubishi Corporation dan Surbana Jurong.
Mengusung jargon “The Heartland of BSD City”, nama Hiera secara filosofis mengawinkan kata Sanskerta “Hira” yang berarti berlian dengan kata Jepang “Heiwa” yang bermakna damai.
Kawasan terpadu ini mengintegrasikan gaya hidup urban dengan lingkungan hijau berkelanjutan melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD).
Di dalamnya, Hiera merangkum klaster perumahan, apartemen, sport dan lifestyle center, serta pusat perbelanjaan, di mana hingga saat ini telah meluncurkan dua klaster hunian perdana, yaitu Klaster Welton dan Klaster Wynyard.
President Director of PT Sinar Mitbana Mas, Daisuke Kobayashi menegaskan bahwa Hiera dirancang dengan pendekatan yang menyeluruh untuk jangka panjang.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan yang sangat berarti bagi kami. Hiera BSD City dirancang dengan pendekatan yang menyeluruh, bukan sekadar membangun hunian, tetapi menciptakan sebuah ekosistem kehidupan yang terencana, berkelanjutan, dan relevan untuk generasi mendatang,” ungkap Kobayashi.
Prestasi yang diraih Hiera di panggung Asia Pasifik menjadi bukti nyata bahwa standar properti tanah air telah sejajar dengan inovasi global.
Ketika sebuah kota mampu mengintegrasikan transportasi massal, ruang publik yang seimbang, dan kelestarian alam ke dalam satu harmoni, ia tidak hanya sedang membangun tempat tinggal, melainkan sedang mewariskan warisan peradaban yang sehat bagi masa depan. (*)
Baca juga :





