Jakarta – Langit Indonesia tak lama lagi akan dilintasi oleh pesawat tempur generasi kelima berteknologi siluman dan kecerdasan buatan, hasil kerja sama strategis antara dua negara sahabat: Indonesia dan Turki.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa negaranya akan mengekspor 48 unit jet tempur KAAN ke Indonesia, dan membuka babak baru dalam sejarah pertahanan nasional.
“Dalam kerangka perjanjian yang kami tandatangani dengan Indonesia, sebanyak 48 pesawat KAAN akan diproduksi di Turkiye dan diekspor ke Indonesia,” ungkap Presiden Erdogan melalui akun resmi media sosialnya pada 11 Juni 2025.

Penandatanganan perjanjian ekspor itu dilakukan saat pameran Indo Defence 2025 di Jakarta, dan disaksikan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Presiden RI, Prabowo Subianto, Presiden Industri Pertahanan Turki, Ketua Turkish Aerospace, dan Wakil Menteri Pertahanan Nasional Turki.
Berdasarkan data yang dirilis Turkish Aerospace Industries (TUSAS):
- KAAN adalah jet tempur generasi kelima yang dikembangkan sepenuhnya oleh Turkish Aerospace Industries.
- Dengan kemampuan low observable (stealth), manuver tinggi, serta dukungan kecerdasan buatan, KAAN menjadi simbol kemandirian pertahanan Turki.
- Jet ini sukses melakoni uji terbang perdana pada 21 Februari 2024, dan penerbangan kedua pada 6 Mei 2024.

Spesifikasi KAAN :
- Stealth: Tidak mudah terdeteksi radar
- Artificial Intelligence Avionics: Sistem tempur berbasis AI
- Network-Centric Warfare: Kemampuan terhubung dalam sistem peperangan jaringan
- Multirole: Mampu menjalankan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat
Bukan Hanya Beli, Tapi Transfer Teknologi
Yang menjadikan kesepakatan ini luar biasa bukan hanya jumlah jet tempur yang dibeli, tapi juga transfer teknologi yang menyertainya.
Indonesia akan terlibat dalam proses produksi KAAN, termasuk memanfaatkan kapasitas industri dalam negeri. Hal ini ditegaskan oleh Erdogan.
“Kemampuan lokal Indonesia juga akan digunakan dalam produksi KAAN,” tegas Erdogan.
Kolaborasi ini akan meningkatkan kompetensi industri pertahanan Indonesia, yang kini tengah berupaya naik kelas ke level global.
- Penyerahan 48 unit jet KAAN akan dilakukan dalam waktu 120 bulan (10 tahun).
- Mesin pesawat akan menggunakan teknologi dalam negeri Turki, mendekatkan KAAN pada status sepenuhnya “Made in Turkiye.”
Dilansir dari Turkiye Today, Presiden Erdogan pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo.
“Saya menyampaikan salam dan terima kasih kepada rekan saya yang terhormat, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah memfasilitasi dan memainkan peran besar dalam penandatanganan perjanjian ini.” (VT)
Baca juga :





