Los Angeles – Setelah lebih dari sebulan penempatan yang kontroversial, 700 personel marinir aktif yang ditempatkan di Los Angeles akhirnya ditarik. Penarikan ini menyusul gelombang kritik dari pejabat negara bagian dan kota, yang menyebut kehadiran pasukan tersebut sebagai tindakan “provokatif” di tengah meredanya protes terhadap razia imigrasi yang dilakukan oleh ICE (US Immigration and Customs Enforcement).
Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, dalam pernyataannya kepada The Guardian pada Senin (tanggal tidak disebutkan), menandai akhir dari operasi militer yang telah mengguncang hubungan antara pemerintah pusat dan otoritas lokal di California.
Kronologi Di Balik Perseteruan Marinis Dan Warga LA:
- 9 Juni: 700 marinir aktif dikirim ke Los Angeles oleh pemerintahan Trump, bergabung dengan lebih dari 6.000 tentara Garda Nasional untuk menjaga properti federal dan personel ICE.
- Pertengahan Juli: 2.000 pasukan Garda Nasional lebih dulu ditarik, menyusul klaim bahwa situasi mulai kondusif.
- Minggu ketiga Juli: Pentagon memutuskan menarik sisa pasukan marinir.
- Lokasi Penempatan: Terbatas di dua lokasi strategis, termasuk kantor ICE dan pusat detensi imigrasi di pusat kota Los Angeles.
Pernyataan Resmi Pentagon
Dalam pernyataannya, Parnell mengatakan:
“Dengan stabilitas yang kembali ke Los Angeles, Sekretaris Pertahanan telah mengarahkan penarikan 700 Marinir… Kehadiran mereka mengirim pesan yang jelas: pelanggaran hukum tidak akan ditoleransi.”
— Sean Parnell, juru bicara Pentagon, kepada The Guardian
Sementara itu Karen Bass, Wali Kota Los Angeles, dengan tegas menyebut penempatan marinir sebagai tindakan yang tidak semestinya:
“Ini penyalahgunaan terhadap pasukan kita. Marinir tidak dilatih untuk menjaga dua gedung perkantoran.”
— Karen Bass, dalam konferensi pers bersama kelompok veteran
Kantor Gubernur California Gavin Newsom bahkan menganggap tindakan pemerintah pusat sebagai langkah yang “tidak masuk akal dan belum pernah terjadi sebelumnya.”
“Trump semakin memperkeruh suasana dengan mengirim marinir aktif – pasukan terbaik – melawan warga negara mereka sendiri di kota Amerika.”
— Pernyataan resmi Kantor Gubernur California
Bahkan Jaksa Agung California, Rob Bonta, sempat mengancam akan menggugat pemerintah federal karena dianggap telah memfederalisasi Garda Nasional negara bagian secara ilegal.
Dampak terhadap Warga dan Opini Publik
Penempatan militer telah mengguncang komunitas imigran di LA, yang merupakan salah satu yang terbesar di AS. Aksi ICE yang dikawal militer disebut telah menciptakan trauma dan ketakutan mendalam di kalangan warga.
Salah satu wali kota di wilayah Los Angeles, yang juga merupakan veteran marinir, menyebut tindakan ICE sebagai:
“Kampanye teror domestik” dan “perang psikologis terhadap penduduk.”
— Pernyataan pejabat lokal yang dikutip oleh LA Times (YA)





