Apple Siap Kuras Rp 2,4 Triliun, Untuk Bisa Nonton Balapan FI!

Revolusi Siaran Balap Dimulai: Dominasi Baru di Layar Kaca, Lupakan TV Kabel!  

New York, AS – Bayangkan raungan mesin F1 yang memekakkan telinga, aroma ban terbakar, dan ketegangan persaingan di lintasan. Kini, semua itu mungkin akan pindah ke genggaman kita, berkat gebrakan raksasa teknologi Apple.

Diam-diam, perusahaan berlogo buah apel ini dikabarkan telah menyiapkan dana fantastis, lebih dari Rp 2,4 Triliun per tahun, untuk mengamankan hak siar eksklusif Formula 1 di Amerika Serikat mulai tahun 2026. Ini bukan sekadar angka, ini adalah sinyal dimulainya era baru dalam dunia hiburan olahraga!

Selama bertahun-tahun, penggemar F1 di AS bergantung pada siaran kabel tradisional. Namun, jika kesepakatan Apple ini terwujud, wajah balap jet darat di Negeri Paman Sam akan berubah total.

Apple TV+, platform streaming mereka, akan menjadi rumah baru bagi kecepatan dan drama Formula 1. Langkah ini bukan tanpa alasan.

Popularitas F1 di AS sedang meroket, didorong oleh fenomena seperti serial dokumenter Netflix “Drive to Survive” yang berhasil menarik jutaan penggemar baru, terutama generasi muda.

Foto: Dok. The National

Alasan yang membuat Apple ingin menguasai F1:

  • Pergeseran Platform: Jika kesepakatan tercapai, siaran F1 di AS akan beralih dari platform TV kabel tradisional ke ekosistem streaming Apple TV+.
  • Strategi Konten Premium: Langkah ini menggarisbawahi strategi Apple untuk memposisikan Apple TV+ sebagai pusat konten olahraga premium, menyusul kesuksesan mereka dengan Major League Soccer (MLS) dan Major League Baseball (MLB).
  • Momentum Popularitas F1: Investasi ini datang setelah kesuksesan film bertema F1 milik Apple, “F1: The Movie” yang dibintangi Brad Pitt, meraup lebih dari $300 juta secara global. Hal ini juga seiring dengan peningkatan pesat popularitas Formula 1 di AS, terutama didorong oleh serial seperti “Drive to Survive” dari Netflix, seperti dilansir dari The Economic Times.

“Drive to Survive” Sulap F1 Tontonan Seksi

Siapa sangka, olahraga balap jet darat Formula 1, yang sempat dicap “male, pale, and stale” dan menghadapi krisis popularitas di akhir 2010-an, kini meroket menjadi fenomena global.

Jawabannya ada pada satu judul: Netflix’s Formula 1: Drive to Survive. Serial dokumenter ini bukan hanya mengubah F1, tapi juga menorehkan babak baru dalam industri olahraga, film, dan televisi.

Foto: Dok. The National

Executive Producer, James Gay-Rees, otak di balik kesuksesan serial ini, mengakui bahwa F1 kala itu butuh suntikan semangat.

“Saat itu digambarkan, agak tidak adil, sebagai sedikit maskulin, pucat, dan basi,” ungkap Gay-Rees kepada The National. Penjualan tiket anjlok, rating televisi menurun, dan F1 kesulitan menarik penggemar baru.

Namun, visi Sean Bratches, Eksekutif F1 mengubah segalanya. Setelah melihat kesuksesan film dokumenter Gay-Rees sebelumnya, “Senna” (2010), Bratches mengendus potensi besar.

“Dia melihat jauh lebih awal dari siapa pun apa yang dibutuhkan,” kata Gay-Rees, “Kami adalah yang pertama dengan ide ini.”

Satu hal yang pasti, keputusan ini akan mengubah cara kita menonton F1 selamanya. Bersiaplah untuk pengalaman yang lebih imersif, interaktif, dan tentunya, eksklusif ala Apple! (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *