Dammam, Arab Saudi – Siapa bilang Al-Nassr adalah one-man show ? Di saat publik meragukan ketajaman Lions of Najd tanpa sosok Cristiano Ronaldo, skuad asuhan Jorge Jesus justru menunjukkan anomali yang mengerikan.
Pada penutupan Matchday 26 Liga Pro Saudi, Minggu (15/03/26) dinihari, Al-Nassr membuktikan bahwa saat sang mega bintang absen, “mesin” kolektif mereka justru bekerja lebih sinkron dan mematikan.
Kemenangan telak 5-0 atas Al-Khaleej di Stadion Prince Mohammed bin Fahad bukan sekadar tambahan tiga poin. Ini adalah pernyataan perang.
Tanpa CR7 dan Sadio Mane, Al-Nassr justru tampil lebih cair, melepaskan ketergantungan pada satu figur, dan memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi selisih tiga angka.
Sementara pada hasil pertandingan lainnya, Al-Hilal harus berdarah-darah untuk tetap menempel di posisi kedua, setelah menang tipis dari Al-Fateh 1-0.
“Pemain Pendukung” Menjadi Aktor Utama
Laga Al Nassr versus Al Khaleej sempat diawali dengan keraguan. Bayang-bayang kesulitan mencetak gol seperti saat melawan NEOM pekan lalu menghantui. Namun, separuh jam laga berjalan, skenario berubah total.
- Insting Predator: Abdullah Al-Hamddan memanfaatkan blunder Ahmed Asiri, dan membuka keran gol yang meruntuhkan mental tuan rumah.
- Ledakan Babak Kedua: Al-Nassr tidak membiarkan lawan bernapas. Menit ke-54, Aiman Yahya menyambar bola muntah hasil kreasi Angelo untuk skor 2-0.
- Kebangkitan Felix: Setelah “puasa” selama 14 pertandingan, Joao Felix meledak. Ia mencetak dua gol (brace) hanya dalam tempo enam menit (73′ dan 79′), membuktikan bahwa kualitasnya tetap kelas dunia.
- Simfoni Penutup: Penutup kemenangan 5-0 lahir dari kerja sama manis Joao Felix, yang dituntaskan Angelo Gabriel di masa injury time, menegaskan dominasi mutlak tim tamu.
Kemenangan ini mencatatkan rekor 13 kemenangan beruntun bagi Al-Nassr. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa kedalaman skuad mereka saat ini adalah yang terbaik di liga.
VAR Selamatkan Al-Hilal
Bergeser ke Al-Hasa, rival abadi Al-Nassr, Al-Hilal, harus berdarah-darah untuk tetap menempel di posisi kedua.
Menghadapi Al-Fateh, tim asuhan Simone Inzaghi tampil jauh dari kata memuaskan. Gol tunggal sundulan Sergej Milinkovic-Savic di awal babak kedua menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berakhir 1-0 tersebut.
Meski menang, alarm bahaya berbunyi bagi Inzaghi. Trio lini depan mereka, Benzema, Malcom, dan Al-Dawsari, tampil tumpul dengan membuang delapan peluang emas.
Ketegangan memuncak di detik terakhir, saat wasit sempat memberikan penalti untuk Al-Fateh setelah insiden Koulibaly.
Beruntung, intervensi VAR membatalkan keputusan tersebut, menyelamatkan Al-Hilal dari hasil imbang kedelapan mereka musim ini dan menjaga jarak tetap tiga poin dari puncak.
Liga kini memasuki masa hibernasi selama 20 hari untuk jeda internasional. Saat para pemain kembali pada 3 April mendatang, tensi dipastikan akan berada di titik didih.
Dengan Al-Nassr (67 poin) yang mulai menemukan ritme kolektif tanpa ketergantungan bintang, serta Al-Hilal (64 poin) yang masih mencari stabilitas di bawah Inzaghi, perburuan gelar juara musim ini bukan lagi soal siapa yang punya pemain termahal, melainkan siapa yang punya mental paling baja di tikungan akhir. (*)
Hasil Lainnya Saudi Pro League :
- Al Shabab vs Al Akhdoud: 2-0
Baca juga :





