Barcelona, Spanyol – Langit Catalonia tidak hanya diterangi oleh lampu stadion, tetapi oleh kembang api perayaan sejarah.
Pada Senin (11/05/26) dinihari, FC Barcelona resmi mengunci gelar juara La Liga 2025/2026 setelah menghantam rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor 2-0 di Camp Nou.
Lewat gol kilat Marcus Rashford dan Ferran Torres, skuat asuhan Hansi Flick tidak hanya memenangkan El Clasico.
Mereka juga memastikan trofi liga ke-29 tetap berada di genggaman mereka di hadapan publik sendiri, sebuah momen ikonik yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub.
Kelumpuhan Lini Belakang
Suasana emosional sudah menyelimuti stadion sejak sebelum sepak mula. Ribuan fans menyanyikan lagu kebangsaan Barça secara a cappella, setelah sebelumnya melakukan aksi mengheningkan cipta untuk ayah Hansi Flick.
Di tengah hangatnya irama musik Olivia Rodrigo yang memanaskan tribun, Barcelona langsung tancap gas. Hanya butuh sembilan menit bagi tuan rumah untuk meledakkan sorak-sorai penonton.
- Marcus Rashford menunjukkan magisnya melalui bola mati. Dengan akurasi mematikan, ia melepaskan tendangan bebas yang melengkung indah ke pojok atas gawang tanpa mampu dijangkau Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk keunggulan Blaugrana.
- Sembilan menit berselang, mimpi buruk Real Madrid berlanjut. Berawal dari kecerdikan Dani Olmo yang memantulkan bola ke ruang kosong, Ferran Torres muncul sebagai predator paling sigap.
- Torres menguasai bola dengan tenang dan melakukan penyelesaian klinis, yang membuat barisan pertahanan Madrid terpaku tak percaya.

Dalam waktu kurang dari 20 menit, Barcelona sudah unggul 2-0, mendominasi jalannya laga, dan membuat perburuan gelar liga terasa seperti formalitas belaka.
Memasuki babak kedua, Real Madrid mencoba bangkit, namun upaya mereka terkesan datar. Jude Bellingham sempat menggetarkan jala gawang Joan Garcia, namun dianulir wasit karena posisi offside yang sangat jelas.
Masuknya Raphinha setelah absen panjang, semakin menambah kepercayaan diri tuan rumah. Sepanjang sisa laga, Barcelona memainkan bola dengan penuh percaya diri diiringi teriakan “Ole” dari tribun penonton.
Menyadari dominasi mutlak Barca, wasit bahkan tidak memberikan tambahan waktu dan langsung meniup peluit panjang, menandakan dimulainya pesta pora di seluruh jagat Blaugrana.
Keberhasilan Barcelona musim ini bukan sekadar soal trofi, melainkan soal dominasi yang nyaris tanpa cela.
Dengan satu laga tersisa melawan Real Betis, Barcelona berada di ambang sejarah sebagai tim pertama yang menyelesaikan musim 20 tim tanpa kehilangan satu poin pun di kandang sendiri. (*)
Hasil Lainnya La Liga :
- Villarreal vs Mallorca: 1-1
- Valencia vs Athletic Club: 1-0
- Getafe vs Real Oviedo: 0-0
Baca juga :





