Drama Pencurian Permata Louvre: Dua Tersangka Ditangkap Sebelum Kabur ke Luar Negeri

Pelaku Mencuri 8 Perhiasan Koleksi Kerajaan Yang Diperkirakan Bernilai Sekitar 102 Juta Dolar AS

Paris, Prancis – Dua tersangka pencurian permata mahkota dari Museum Louvre, Paris, berhasil ditangkap polisi Prancis pada Sabtu malam waktu setempat, di wilayah dekat Paris.

Salah satunya diringkus saat hendak menaiki pesawat di Bandara Charles de Gaulle, dan diduga akan melarikan diri ke Aljazair.

Menurut laporan harian Le Parisien, kedua pelaku merupakan pria berusia sekitar 30-an tahun yang berasal dari wilayah Seine-Saint-Denis, pinggiran Paris. Keduanya sudah dikenal aparat kepolisian sebelumnya.

Jaksa Paris, Laure Beccuau mengonfirmasi penangkapan tersebut, namun enggan merincikan jumlah orang yang diamankan maupun identitas para tersangka.

Ia juga menyayangkan bocornya informasi penangkapan, karena dinilai dapat menghambat proses penyelidikan.

Beccuau menegaskan bahwa kebocoran informasi hanya akan mengganggu kerja sekitar 100 penyidik yang telah dikerahkan, untuk menemukan perhiasan curian dan mengungkap seluruh pelaku yang terlibat.

Ia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk mengungkap detail lebih jauh.

Perampokan Bernilai Fantastis 

Peristiwa pencurian ini terjadi pada 19 Oktober 2025 lalu, ketika para pelaku mencuri delapan perhiasan berharga dari koleksi kerajaan yang diperkirakan bernilai sekitar 102 Juta Dolar AS.

Aksi berani ini menyoroti celah keamanan di museum, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling banyak dikunjungi di dunia.

Para pelaku diduga menggunakan derek untuk memecahkan jendela di lantai atas museum pada saat jam operasional.

Setelah itu, mereka melarikan diri menggunakan sepeda motor, tanpa sempat terkejar petugas keamanan. Kasus ini sontak menggema ke seluruh dunia dan menjadi topik hangat di Prancis.

Banyak pihak menyebut peristiwa ini sebagai bentuk penghinaan terhadap simbol budaya nasional, sekaligus menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan Museum Louvre.

Pemerintah Prancis dan otoritas museum kini menghadapi tekanan publik untuk memperketat sistem keamanan, dan memastikan benda-benda bersejarah tetap terlindungi dari aksi kriminal serupa. (Ep)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *