Santiago del Estero, Argentina – Untuk ketujuh kalinya dalam seluruh sejarah mereka, Estudiantes de La Plata dinobatkan sebagai juara Argentina.
Estudiantes berhadapan melawan Racing Club dalam laga final turnamen Clausura. Sesuai ekspektasi, kontes antara kedua kubu tersebut berjalan dengan cukup sengit.
Usai bertarung selama 90 menit di waktu normal dan memainkan 30 menit waktu tambahan, Estudiantes dan Racing masih tertahan di kedudukan imbang 1-1. Lantas, takhta Clausura ditentukan melalui babak adu penalti.
Racing Club 1-1 Estudiantes

Seruan meriah dari para pendukung kedua kubu telah melanda Estadio Unico Madre De Ciudades sejak awal pertandingan. Dengan atmosfer elektrik tersebut, Racing dan Estudiantes membuka pertemuan ini dengan semangat tinggi.
Kedua tim saling aktif menyerang daerah pertahanan lawan mereka, namun, dengan bagian tengah lapangan yang menjadi panggung perebutan bola, baik Racing maupun Estudiantes tidak memiliki banyak kesempatan di depan gawang lawannya.
Kontes di tengah lapangan menjaga seluruh penonton di ujung kursi mereka. Akan tetapi, papan skor masih menunjukkan skor 0-0 ketika laga memasuki jeda turun minum.
Tidak lama setelah babak kedua dimulai, emosi antara kedua tim langsung memanas. Penyerang Racing, Adrian Martinez, melakukan sebuah pelanggaran keras terhadap Santiago Nunez.
Insiden tersebut langsung memicu murka pasukan Estudiantes, yang menyerukan hukuman kartu merah untuk Martinez.
Namun pada akhirnya, Martinez hanya mendapatkan kartu kuning, sebuah keputusan yang langsung mengundang ejekan dari para pendukung Estudiantes.

Serupa dengan babak sebelumnya, pertarungan ini juga berjalan dengan cukup ketat. Racing dan Estudiantes tidak pernah diam di lapangan, akan tetapi, mereka masih belum mampu menyelesaikan peluangnya menjadi sebuah.
Meskipun demikian, kedua pihak tidak pernah patah semangat. Dalam penghujung pertandingan, berkat sebuah kesalahan dari lini belakang Estudiantes, Racing mendapatkan perkembangan krusial di bagian depan.
- Menit 81: Kebuntuan skor akhirnya dipecahkan oleh Racing. Memanfaatkan kelengahan pertahanan Estudiantes, Adrian Martinez berhasil mengambil umpan rekannya.
- Martinez kemudian menerjang kotak penalti, dan menarik perhatian Fernando Muslera yang maju dari posnya. Dengan penuh ketenangan, Martinez melambungkan bola melewati sang kiper dan sukses menjebol gawang kosong Estudiantes.
Para suporter setia Racing langsung menggelar perayaan meriah di bangku penonton. Kini, Racing hanya perlu menunggu beberapa menit untuk mengamankan gelar juara ke-19 nya.
Sayangnya bagi Racing, kemenangan yang sudah berada di depan mata mereka lenyap dalam waktu sekilas.
Api pertarungan Estudiantes masih membara, dan dalam menit-menit terakhir, Estudiantes sukses menyamakan kedudukan.
- Menit 90+3: Guido Carrillo memberi harapan penting kepada Estudiantes, setelah ia menuntaskan tendangan bebas Jose Sosa dengan sebuah sundulan matang yang berhasil menemukan jaring gawang.
Laga dramatis ini akhirnya berlanjut menuju babak waktu tambahan. Racing dan Estudiantes terus bertarung dengan sengit, namun papan skor tetap menunjukkan kedudukan imbang 1-1 bahkan setelah 30 menit waktu tambahan.
Lantas, gelar juara Clausura 2025 pada akhirnya ditentukan melalui babak adu penalti.
Babak Adu Penalti

- Racing 1-1 Estudiantes: Estudiantes mendapat giliran tendangan pertama, dan sebagai wakil mereka, Jose Sosa berhasil melaksanakan tugasnya. Disisi lain, Adrian Martinez ditunjuk sebagai penendang pertama Racing, dan ia pun juga sukses menuntaskan penaltinya.
- Racing 2-1 Estudiantes: Tidak lama kemudian, Estudiantes mendapat sebuah musibah. Tendangan Edwuin Cetre berhasil diselamatkan oleh Facundo Cambeses. Racing langsung merebut keunggulan, setelah Luciano Vietto berhasil menggetarkan jaring gawang.
- Racing 3-2 Estudiantes: Dalam tendangan ketiga, Lucas Alario (Estudiantes) dan Agustín García Basso (Racing) masing-masing melaksanakan tugasnya di titik putih dengan sempurna.
- Racing 3-3 Estudiantes: Estudiantes akhirnya bernafas lega setelah mereka sukses mengejar ketertinggalannya. Joaquin Tobio Burgos berhasil menghantam gawang, namun tembakan Gaston Martirena diselamatkan oleh Muslera.
- Racing 4-4 Estudiantes: Dengan Eric Meza dan Santiago Sosa yang berhasil menuntaskan tendangan kelima kedua tim, babak ini lantas memasuki momen sudden death.
- Racing 4-5 Estudiantes: Estudiantes menjaga asanya setelah Facundo Rodriguez menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Akan tetapi, Franco Pardo, penendang keenam Racing, gagal menaklukkan Muslera dari titik putih.
Seluruh stadion langsung meletus, dan pada akhirnya, laga ini berakhir dengan Estudiantes yang dinobatkan sebagai juara Clausura 2025.
Kejuaraan ini merupakan gelar juara ketujuh Estudiantes dalam panggung Liga Argentina, dan gelar pertama mereka sejak 2010 lalu, dimana Estudiantes menjuarai turnamen Apertura pada musim tersebut.
Berkat kemenangan ini, Estudiantes memastikan kehadiran mereka di Copa Libertadores musim depan. Selain itu, sebagai juara Clausura, Estudiantes akan berhadapan dengan juara Apertura, Platense, dalam ajang Trofeo de Campeones mendatang.
“Ini adalah emosi yang tak terjelaskan. Ini adalah imbalan karena mendukung klub yang selalu bangkit kembali, bahkan ketika tampaknya sedang terpuruk,” ucap Guido Carrillo, pencetak gol krusial Estudiantes dalam laga ini, dikutip dari Reuters.
Sebuah penutup musim manis bagi Estudiantes, yang harus melewati berbagai tantangan berat untuk mencapai momen ini.
Usai menyelesaikan perayaannya, Estudiantes akan mempersiapkan diri menjelang pertandingan terakhirnya pada tahun ini, dimana mereka akan bertarung dengan Platense dalam ajang Trofeo de Campeones. (VT)
Baca juga :





