Harapan Terakhir Al-Ittihad Hancur di Tangan VAR, Resmi ‘Tutup Usia’ Musim Ini!

AFC Champions League Elite: Al-Ittihad Gugur Tragis, Kalah Tipis Dari Machida Zelvia 0-1

Jeddah, Arab Saudi – Harapan terakhir Al-Ittihad untuk menyelamatkan musim ini, hancur berkeping-keping di bawah langit Jeddah.

Di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal, sorak-sorai yang semula membahana seketika berubah menjadi keheningan yang menyakitkan.

Sebuah gol yang dianggap sebagai penyelamat di menit-menit akhir dianulir oleh teknologi, memaksa sang raksasa Arab Saudi bertekuk lutut di hadapan kedisiplinan wakil Jepang.

Al-Ittihad resmi tersingkir dari persaingan gelar juara setelah menderita kekalahan tipis 0-1 dari Machida Zelvia pada laga perempat final Liga Champions Asia Elite.

Kekalahan di kandang sendiri ini memastikan klub berjuluk The Tigers tersebut mengakhiri musim 2025/2026 tanpa satu pun trofi, menyusul kegagalan mereka di Liga Pro Saudi dan King Cup.

Gol semata wayang dari Tete Yengi di babak pertama menjadi pembeda dalam laga yang penuh drama ini.

Puncak ketegangan terjadi di penghujung laga, ketika gol penyama kedudukan Danilo Pereira dianulir oleh wasit setelah melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR).

Tembok Kokoh Machida & VAR

Sejak peluit awal dibunyikan, Machida Zelvia tampil dengan strategi 5-2-3 yang sangat disiplin.

Strategi ini berhasil mematikan kreativitas lini tengah Al-Ittihad, di mana Fabinho terus dikawal ketat Tete Yengi sehingga aliran bola ke depan menjadi terhambat.

Al Ittihad vs Machida Zelvia – Foto: Dok. AFC
  • Efektivitas Serangan Balik: Pada menit ke-32, Machida memanfaatkan kelengahan pertahanan Al-Ittihad dalam situasi lemparan ke dalam. Tete Yengi melepaskan tembakan yang berbelok arah setelah mengenai Fabinho dan mengecoh kiper Predrag Rajkovic.
  • Disiplin Lini Belakang: Al-Ittihad gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di dalam kotak penalti selama babak pertama, akibat rapatnya barisan lima bek tim tamu.
  • Tiang Gawang Kejam: Upaya Houssem Aouar pada menit ke-52 dan sundulan Youssef En-Nesyri pada menit ke-73 hanya membentur tiang gawang, menambah rasa frustrasi tuan rumah.

Drama mencapai puncaknya pada menit ke-86. Stadion sempat bergemuruh luar biasa ketika Danilo Pereira berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan setelah menerima sundulan dari Houssem Aouar.

Namun, kegembiraan suporter Al-Ittihad hanya bertahan sekejap. Wasit memutuskan untuk meninjau VAR setelah ada protes dari pemain Machida.

Hasil tayangan ulang memperlihatkan bola memantul dari lutut Pereira ke sikunya, sebelum masuk ke gawang.

Berdasarkan aturan handball, gol tersebut dianulir. Seketika, stadion yang tadinya bising menjadi sunyi senyap, menandai berakhirnya perlawanan sang tuan rumah.

Kemenangan ini menjadi tinta emas bagi Machida Zelvia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, mereka berhasil menapakkan kaki di babak semifinal kompetisi kasta tertinggi di Asia.

Bagi Al-Ittihad, hasil ini menjadi tamparan keras sekaligus evaluasi besar. Kegagalan mempertahankan gelar domestik dan kini tersingkir dari panggung Asia memaksa mereka harus merombak strategi musim depan. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *