Independiente Hentikan Rekor Rosario Central, Sementara Godoy Cruz Terdegradasi

Clausura Argentina: Independiente Tutup Musim Dengan Harapan, Godoy Cruz Ditahan Imbang Deportivo Riestra

Avellaneda, Argentina – Independiente mengakhiri Torneo Clausura Argentina dengan kemenangan manis namun pahit.

Dalam pertandingan pekan ke-16 di Estadio Libertadores de America, El Rojo menundukkan tim tangguh, Rosario Central, yang diperkuat Enzo Gimenez—dengan skor tipis 1-0.

Gol tunggal kemenangan dicetak oleh striker Paraguay, Gabriel Avalos, pada babak pertama. Kemenangan ini krusial karena berhasil mematahkan rekor tak terkalahkan Rosario Central.

Hasil ini sekaligus juga menjaga secercah harapan El Rojo, untuk lolos ke kompetisi kontinental Copa Sudamericana 2026 di tengah musim yang penuh masalah.

Kebangkitan 4 Kemenangan Beruntun

Kemenangan atas El Canalla ini menjadi penutup manis bagi El Rojo di bawah pelatih Quinteros, yang secara luar biasa berhasil memenangkan empat pertandingan terakhir mereka secara berturut-turut.

Meskipun kebangkitan itu terjadi terlambat dan gagal membawa mereka ke babak Playoff (delapan besar), poin yang diraih sangat berharga untuk tabel akumulasi tahunan.

Bintang utama di lapangan adalah Gabriel Avalos. Gabigol, julukan striker Paraguay yang diisukan diincar Olimpia, benar-benar sedang on fire.

  • Pencetak Gol Tunggal: Gol Avalos tercipta pada menit ke-28 babak pertama. Ia menerima umpan silang plotting sempurna dari Facundo Zabala, lalu melakukan sundulan palomita yang tak mampu dihalau kiper lawan, mengubah skor menjadi 1-0.
  • Tren Positif: Gol ini adalah yang ketiga baginya dalam empat pertandingan terakhir, menegaskan peran sentralnya di lini serang Independiente.

Jika Avalos adalah sang eksekutor, maka di belakangnya terdapat dua nama lain yang tak kalah bersinar dan menjadi simbol perbaikan performa El Rojo: Santiago Montiel dan Rodrigo Rey.

Kemenangan ini terasa getir, karena El Rojo menyadari bahwa seharusnya mereka bisa meraih lebih banyak.

Kegagalan meraih lima poin dari tim yang sudah terdegradasi (seri melawan Godoy Cruz dan kalah melawan San Martin de San Juan) menjadi penyesalan terbesar.

Lima poin itu seharusnya sudah cukup membawa mereka ke babak Playoff, dan memastikan lolos Copa Sudamericana.

Meskipun peluang untuk tampil di Sudamericana kini setipis benang, kemenangan derbi atas tim sekuat Rosario Central memberikan akhir musim yang layak bagi Independiente.

Godoy Cruz Terdegradasi

Mendoza, Argentina – Sementara harapan Godoy Cruz untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Argentina pupus secara dramatis.

Dalam pertandingan penutup Turnamen Clausura 2025 di Stadion Feliciano Gambarte, Tomba (julukan Godoy Cruz) hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Deportivo Riestra.

Hasil ini menjadi pukulan telak yang mengakhiri 17 tahun keberadaan Godoy Cruz di Divisi Utama, memaksa mereka terdegradasi ke Seri B.

Godoy Cruz vs Deportivo Riestra – Foto: Dok. X Prensariestra

Gol dari Santino Andino hanya mampu menyamakan gol pembuka Nicolas Benegas, dan kegagalan mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir menjadi akhir yang menyedihkan bagi tim asuhan Asad.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Godoy Cruz, yang tahu nasib mereka bergantung pada tiga poin, langsung tampil agresif.

  • Peluang dan Ancaman: Tomba berusaha menembus pertahanan lawan melalui tembakan jarak jauh dari Rasmussen dan Indio Fernandez, yang memaksa kiper melakukan penyelamatan.
  • Gol Cepat Riestra: Setelah Santino Andino nyaris mencetak gol dari luar kotak, kejutan datang tak lama kemudian. Riestra, yang bermain efisien, menemukan celah di pertahanan tuan rumah dan Nicolas Benegas berhasil membobol gawang Godoy Cruz.
  • Respon Kilat: Untungnya, Tomba langsung merespons. Berawal dari tendangan bebas Andino, bola lambung yang dikirimkannya bersarang di gawang Riestra, meskipun ada sedikit bantuan dari kiper lawan. Gol disahkan setelah peninjauan VAR, membuat skor kembali imbang 1-1.

Pertandingan berlangsung keras, diwarnai klaim kartu merah oleh kubu Riestra setelah Indio Fernandez melakukan pelanggaran keras, namun skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Air Mata Setelah 17 Tahun

Babak kedua menjadi perwujudan keputusasaan bagi Godoy Cruz. Meskipun mereka terus menekan dan menguasai bola, penyelesaian akhir yang buruk dan penampilan gemilang kiper lawan menjadi penghalang utama.

Di menit-menit akhir, Godoy Cruz mengerahkan segala upaya. Tim asuhan Asad mengirimkan umpan silang bertubi-tubi, menciptakan beberapa peluang di dalam kotak penalti.

Namun, takdir telah ditetapkan. Gagal mencetak gol kemenangan, peluit panjang wasit membunyikan Requiem bagi Godoy Cruz.

Setelah 17 tahun berada di kasta tertinggi, Tomba harus merelakan tempatnya dan terdegradasi. Hasil imbang 1-1 melawan Deportivo Riestra adalah akhir yang paling menyakitkan.

Sebuah hasil yang menunjukkan perjuangan keras hingga detik terakhir, namun tidak cukup untuk mengubah takdir yang sudah tertulis.

Kisah Godoy Cruz menjadi pengingat pahit tentang kejamnya sistem degradasi di sepakbola Argentina. (*)

Hasil lainnya Clausura Argentina Zona B : 

  • Lanus vs Atletico Tucuman: 3-1
  • San Lorenzo vs Sarmiento: 1-1
  • Aldosivi vs San Martin San Juan: 4-2
  • Instituto vs Talleres: 0-0
  • Veles Sarsfield vs River Plate: 0-0
  • Club Atletico Platense vs Gimnasia LP: 0-3

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *